Jawa Pos Radar Madiun - Pemudik yang hendak melintasi jalur darat di wilayah Jawa Timur dan Bali pada Lebaran 2026 tak perlu risau. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali memastikan kesiapan infrastruktur jalan raya sudah masuk tahap penyelesaian akhir.
Kepala BBPJN Jatim-Bali Javid Hurriyanto mengungkapkan, tingkat kemantapan jalan nasional di wilayah Jawa Timur saat ini telah menyentuh angka 93,72 persen, sedangkan Bali mencapai 97,13 persen.
"Target kami adalah penyelesaian zero pothole (bebas jalan berlubang) maksimal pada H-10 Lebaran," tegas Javid dalam sesi live streaming, Senin (9/3).
Guna mengejar target tersebut, BBPJN mengerahkan teknologi Cold Milling Machine (CMM) untuk menambal jalan berlubang secara cepat. Bahkan, sesuai instruksi langsung dari Menteri Pekerjaan Umum, tim di lapangan juga tengah melakukan pengelupasan aspal bergelombang agar jalur mudik lebih ramah dan aman bagi pengendara roda dua.
Baca Juga: Mudik Lebaran di Ponorogo, Polisi Petakan Jalur Longsor dan Titik Macet
Di sisi lain, BBPJN telah memetakan 79 titik rawan kemacetan di Jatim dan 13 titik di Bali. Mayoritas perlambatan arus ini dipicu oleh aktivitas pasar tumpah, penyempitan jalan (bottleneck), hingga perlintasan sebidang kereta api.
Sebagai solusi pengurai kepadatan, pemerintah memberikan 'kado' bagi pemudik dengan mengoperasikan jalur fungsional Tol Probolinggo–Banyuwangi (Probowangi) sepanjang 50 kilometer secara gratis. Ruas dari segmen Gending hingga Besuki ini siap memanjakan mata pengendara dengan panorama indah kawasan Paiton.
Selain tol gratis, BBPJN juga telah menyiapkan kantong parkir darurat (buffer zone) di Grand Watu Dodol dan Terminal Sri Tanjung untuk mengantisipasi horor antrean panjang menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
Untuk mengantisipasi cuaca ekstrem dan bencana alam, posko gabungan Disaster Relief Unit (DRU) bersinergi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) juga telah disiagakan penuh di sepanjang rute mudik. (*)
*Sayiddil Akbar Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura