Jawa Pos Radar Madiun - Pemerintah memprediksi mobilitas masyarakat pada arus mudik Lebaran 2026 akan menembus angka eskalatif hingga 155 juta jiwa. Guna mencegah kelumpuhan lalu lintas akibat penumpukan pemudik di satu waktu, sejumlah strategi taktis resmi diterapkan.
Baca Juga: Arus Mudik 2026 Terkendali: 25 Persen Kendaraan Tinggalkan Jakarta, Kecelakaan Fatal Turun 45 Persen
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyebutkan, fokus utama pemerintah saat ini adalah mendistribusikan pergerakan pemudik.
"Berdasarkan survei, potensi pergerakan mencapai 143,9 juta orang. Namun, praktiknya selalu lebih tinggi sekitar 10 persen, artinya bisa menembus 155 juta manusia yang bergerak," jelas Pratikno.
Sebagai langkah urai kepadatan, pemerintah memberlakukan kebijakan Flexible Working Arrangement (FWA) pada 16–17 Maret dan 25–27 Maret 2026. Kebijakan ini berjalan berbarengan dengan mulainya masa libur sekolah per hari ini, Senin (16/3).
Selain manajemen lalu lintas, Menko PMK juga menyoroti tiga ancaman krusial yang wajib diwaspadai selama periode mudik Lebaran 2026:
-
Ancaman Cuaca Ekstrem: BMKG memprediksi tingginya potensi bencana hidrometeorologi basah. Pemerintah merespons dengan Operasi Modifikasi Cuaca dan menyiagakan 191 UPT BMKG di berbagai daerah.
-
Kesehatan Pengemudi: Sebanyak 2.700 pos kesehatan disiagakan. Saat ini, 338 pengemudi bus di Jateng dan Jabar telah menjalani tes urine (narkoba), alkohol, gula darah, hingga tekanan darah untuk menekan angka kecelakaan akibat human error.
-
Wabah Penyakit Menular: Di tengah tingginya mobilitas, Pratikno secara khusus mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai tren penyebaran penyakit campak. "Pastikan imunisasi campak anak-anak sudah lengkap dan jaga pola hidup bersih," tegasnya.
Baca Juga: Puncak Mudik 16-18 Maret, Menhub Dudy Pastikan Penyeberangan Jawa-Sumatera via Banten Lancar
Untuk menunjang kenyamanan di perjalanan, pemerintah juga telah memastikan kesiapan ribuan fasilitas "Masjid Ramah Pemudik", ketersediaan pasokan BBM, hingga stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di sepanjang jalur utama.
"Kami mengharapkan kerja sama dan toleransi dari para pemudik untuk menaati arahan petugas di lapangan. Semoga mudik tahun ini berjalan aman, sehat, dan menggembirakan," pungkas Pratikno. (*)
*Sayiddil Akbar Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura