Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Tinjau Bandara Soetta, Menhub Pastikan Diskon Tiket Pesawat Cair tapi Sentil Harga Mahal di Aplikasi OTA

Mizan Ahsani • Selasa, 17 Maret 2026 | 08:30 WIB
Tinjau Bandara Soetta, Menhub jamin kelancaran diskon tiket pesawat dan sentil tarif tinggi di OTA. (Foto: KEMENHUB RI)
Tinjau Bandara Soetta, Menhub jamin kelancaran diskon tiket pesawat dan sentil tarif tinggi di OTA. (Foto: KEMENHUB RI)

Jawa Pos Radar Madiun - Memasuki pekan krusial arus mudik Lebaran 2026, pemerintah memastikan stimulus diskon tiket pesawat terbang benar-benar dirasakan dampaknya oleh masyarakat.

Baca Juga: Tembok Juventus Masuk Skuad Brasil Racikan Ancelotti untuk Hadapi Prancis dan Kroasia, Neymar Digantikan Sayap AS Roma

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi turun langsung memantau Terminal 1 dan 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, pada Senin (16/3) guna memvalidasi efektivitas kebijakan tersebut di lapangan.

"Sejauh ini stimulus dari pemerintah sudah sampai ke masyarakat. Bahkan tadi saya temukan ada yang menikmati potongan sampai 20 persen dari harga normal karena memesan tiket dari jauh-jauh hari," ungkap Menhub Dudy usai berbincang dengan sejumlah penumpang.

Baca Juga: Kapan Idul Fitri 2026? Muhammadiyah Tetapkan Lebaran 1447 H Jatuh pada 20 Maret

Secara akumulatif, pemerintah memang memproyeksikan harga tiket pesawat domestik turun sekitar 17–18 persen selama periode keberangkatan 14 hingga 29 Maret 2026. Penurunan tarif ini merupakan hasil kombinasi dari lima insentif berlapis, yakni:

  • Pembebasan PPN tiket (menekan biaya hingga 11%)

  • Penurunan fuel surcharge maskapai

  • Pemotongan 50% airport tax (PJP2U)

  • Diskon 50% biaya layanan kebandarudaraan bagi maskapai (PJP4U)

  • Diskon tarif avtur sekitar 10% di 37 bandara.

Baca Juga: Link Live Streaming Chelsea vs PSG Liga Champions 2026, The Blues Kejar Keajaiban di Stamford Bridge

Kendati subsidi telah digelontorkan, Menhub menyoroti adanya celah tata niaga yang membuat harga tiket seolah belum terdiskon maksimal, khususnya pada platform Online Travel Agent (OTA).

Ia menemukan fakta bahwa OTA kerap menyodorkan opsi rute penerbangan dengan skema multi-transit saat tiket direct habis. Akibatnya, harga akhir membengkak drastis karena sistem mengakumulasikan biaya dua hingga tiga penerbangan sekaligus.

"Saya berharap OTA dapat mendukung kebijakan pemerintah. Kami akan segera berkoordinasi dengan stakeholder terkait, maskapai, dan Kementerian Pariwisata yang membawahi travel agent agar tiket bersubsidi ini benar-benar terasa manfaatnya bagi pemudik," tegasnya.

Baca Juga: Kementerian/Lembaga Segera Kena Efisiensi Anggaran, Menko Airlangga: MBG dan KDKMP Aman

Terlepas dari persoalan harga di aplikasi, Menhub mengapresiasi operasional Bandara Soetta yang tetap kondusif. Tingkat ketepatan waktu (On-Time Performance) dinilai memuaskan dan antrean check-in penumpang sukses dikendalikan tanpa adanya penumpukan ekstrem. (*)

*Sayiddil Akbar Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura

Editor : Mizan Ahsani
#tiket #2026 #arus mudik #lebaran #diskon #bandara soekarna hatta #pesawat #Menhub Dudi Purwagandhi