Jawa Pos Radar Madiun - Hari puncak arus mudik Lebaran 2026 yang diprediksi jatuh pada hari ini, Rabu (18/3), mulai menunjukkan eskalasinya.
Guna mengantisipasi ledakan volume kendaraan, kepolisian resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas one way (satu arah) lokal Tahap I di ruas Tol Jakarta-Cikampek (Japek).
Baca Juga: Hasil Sporting Lisbon vs Bodo/Glimt: Kalah Agregat 3 Gol di Leg 1, Leoes Lolos Perempat Final UCL
Skema one way sepenggal ini diterapkan membentang dari KM 70 hingga KM 263. Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi bersama Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho dan Dirut Jasa Marga Rivan A. Purwantono turun langsung meninjau efektivitas kebijakan tersebut di Posko KM 29 pada Selasa (17/3) malam.
"Korlantas Polri telah memulai rekayasa lalu lintas one way lokal tahap pertama. Harapannya, masyarakat bisa melakukan perjalanan dengan lancar. Alhamdulillah, arus terpantau terkendali," ujar Menhub Dudy.
Baca Juga: Hasil Liga Champions Manchester City vs Real Madrid: Silva Kartu Merah, Citizens Kalah 1-2
Berdasarkan catatan Jasa Marga, pergerakan menuju puncak arus mudik sudah sangat terasa. Hingga Selasa (17/3) sore, tercatat sekitar 1,1 juta kendaraan atau 32 persen dari total proyeksi pemudik telah bertolak meninggalkan Jakarta.
Kabar baiknya, skema manajemen lalu lintas terpadu yang mencakup contraflow, one way, dan pembatasan angkutan barang terbukti membuahkan hasil positif.
Korlantas Polri mencatat angka kecelakaan sukses ditekan hingga 15,5 persen, sementara fatalitas korban menurun drastis di angka 38,9 persen.
Menutup tinjauannya, Menhub Dudy kembali melontarkan peringatan tegas bagi para pengusaha logistik angkutan barang agar mematuhi aturan Surat Keputusan Bersama (SKB).
"Saya mengimbau dengan sangat kepada perusahaan yang mengoperasikan truk sumbu tiga ke atas agar menghentikan sementara armadanya.
Ini demi menjaga kelancaran dan keselamatan saudara-saudara kita yang sedang melakukan perjalanan mudik," tegasnya. (*)
*Sayiddil Akbar Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura