JAKARTA - Puncak arus mudik Lebaran 2026 yang diprediksi terjadi pada H-2 atau Rabu (18/3/2026) malam berlangsung padat.
Meski demikian, kondisi lalu lintas dilaporkan tetap bergerak dan terkendali.
Kakorlantas Polri, Agus Suryonugroho, menyebut lonjakan volume kendaraan terpantau signifikan dibanding hari sebelumnya.
Baca Juga: Megawati Absen Liga Voli Korea 2026/2027, Agen Pastikan Tetap Comeback setelah Pulih
"Jika dibandingkan dengan Selasa 17 Maret 2026, terjadi peningkatan volume kendaraan. Pada Selasa sekitar 221.000 kendaraan, dan Rabu malam diproyeksikan mencapai sekitar 250 ribu kendaraan. Kondisi memang cukup padat, namun tetap bergerak," ujarnya.
One Way Nasional Jadi Kunci Kelancaran
Penerapan rekayasa lalu lintas berupa one way nasional dinilai menjadi faktor utama yang menjaga kelancaran arus kendaraan.
Baca Juga: Jadwal MPL ID S17 Lengkap, Dibuka BTR vs Alter Ego 27 Maret dan Duel Panas RRQ vs ONIC
Sistem ini mulai diterapkan sejak Rabu pukul 12.30 WIB dari wilayah Jawa Barat hingga Jawa Tengah.
Selain itu, one way lokal juga diberlakukan di Jawa Tengah, tepatnya dari KM 414 menuju Bawen, guna mengurai kepadatan di titik rawan.
“Dengan penerapan one way nasional, kondisi arus terpantau cukup terkendali," jelas Agus.
Arus Arteri dan Pelabuhan Tetap Lancar
Peningkatan volume kendaraan tidak hanya terjadi di jalan tol, tetapi juga di jalur arteri. Meski terdapat perlambatan di beberapa titik, arus lalu lintas masih relatif lancar.
Baca Juga: Trailer Spider-Man Brand New Day Rilis, Ungkap Crossover MCU dan Musuh Baru
Kondisi serupa juga terjadi di kawasan pelabuhan penyeberangan.
“Dari sisi arteri, tol, dan pelabuhan, seluruhnya dalam kondisi terkendali. Penyeberangan Merak–Bakauheni juga terpantau lancar," ungkapnya.
Angka Kecelakaan Turun 40 Persen
Di sisi keselamatan, Polri mencatat tren positif selama arus mudik tahun ini.
Angka fatalitas kecelakaan dilaporkan turun hingga 40 persen dibanding periode sebelumnya.
Baca Juga: H+1 Lebaran, Dumpil Madiun Diprediksi Macet Parah! Ini Jalur Alternatifnya
Penurunan ini disebut sebagai hasil dari optimalisasi pengamanan di lapangan, penyediaan pos pelayanan, serta pemanfaatan teknologi informasi.
“Hal ini menunjukkan upaya negara melalui pos pengamanan dan dukungan teknologi sudah dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat," ujar Agus.
Meski kondisi lalu lintas relatif terkendali, masyarakat tetap diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik.
Pemudik juga diminta untuk selalu berhati-hati selama perjalanan agar dapat tiba di tujuan dengan selamat.
“Mudik adalah perjalanan penuh kebahagiaan dan kerinduan kepada keluarga, kami berharap seluruh masyarakat dapat kembali dengan selamat," pungkasnya. (*)
Editor : Ockta Prana Lagawira