Jawa Pos Radar Madiun - Nama Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, kembali menjadi pusaran sorotan publik.
Setelah vokal mengkritik kebijakan pemerintah terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), Tiyo kini dihantam isu miring mengenai dugaan penyalahgunaan dana bantuan pendidikan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah).
Isu ini menggelinding liar di media sosial, bahkan serangannya mulai menyasar ranah pribadi hingga keluarga Tiyo. Menanggapi gelombang tuduhan tersebut, Tiyo memberikan klarifikasi tegas.
“Itu fitnah. Saya tidak takut,” ujar Tiyo.
Serangan Muncul Pasca Kritik Tajam Program MBG
Polemik ini mencuat tak lama setelah Tiyo aktif menyampaikan pandangan kritisnya terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Badan Gizi Nasional.
Dalam berbagai forum, ia menyoroti potensi kebocoran anggaran jika pengelolaan tidak dilakukan secara transparan.
Namun, alih-alih mendapatkan debat substansi, muncul narasi baru di ruang digital yang menuduh Tiyo menggelapkan dana bantuan mahasiswa.
Pesan berantai tersebut menyebar cepat, mencoba menggiring opini bahwa sang aktivis justru menyalahgunakan dana pendidikan.
Baca Juga: Doa Ramadan Hari ke-29 dan 30 Lengkap Arab, Latin, Arti serta Amalan Malam Idul Fitri 2026
Teror Digital hingga Menyasar Orang Tua
Yang disayangkan, serangan ini tidak hanya berhenti pada perdebatan politik kampus, melainkan sudah mengarah pada pembunuhan karakter dan teror digital.
Diketahui, ibu dari Tiyo Ardianto sempat menerima pesan WhatsApp dari orang tak dikenal yang menuduh putranya menggelapkan dana mahasiswa miskin.
Tiyo menilai tindakan ini sudah melampaui batas kewajaran dalam perbedaan pendapat.
“Ini bukan lagi soal kritik, tapi upaya pembunuhan karakter dan teror terhadap keluarga saya,” tegas Tiyo.
Baca Juga: 8 Tips Bersihkan Rumah untuk Terima Tamu Idul Fitri, Rapi dan Cepat tanpa Kuras Energi
Penjelasan Pihak BEM UGM: Dana untuk Advokasi
Menepis tuduhan penggelapan, pihak BEM UGM memberikan penjelasan resmi.
Kegiatan penggalangan dana yang dipermasalahkan sebenarnya bertujuan untuk membantu mahasiswa penerima KIP Kuliah yang mengalami kendala administratif atau keterlambatan pencairan.
Pihak BEM menegaskan bahwa:
-
Penggalangan dana dilakukan secara terbuka.
-
Memiliki catatan internal yang transparan.
-
Dapat dipertanggungjawabkan secara organisasi.
Karena itu, tuduhan penggelapan dana dinilai sangat tidak berdasar dan dipaksakan.
Baca Juga: 5 Menu Makanan Wajib Lebaran Idul Fitri, Ketupat hingga Rendang Selalu Ada di Meja Makan
Upaya Pembungkaman Suara Mahasiswa?
Sejumlah pengamat menilai fenomena yang menimpa Tiyo Ardianto memperlihatkan pola lama dalam membungkam aktivisme mahasiswa.
Ketika substansi kritik sulit dipatahkan, narasi personal dan isu integritas sering kali digunakan sebagai "senjata" untuk mengalihkan perhatian publik.
Di tengah badai tuduhan ini, Tiyo Ardianto menegaskan tidak akan mundur. Ia menganggap fitnah ini sebagai risiko dari perjuangan mahasiswa yang kerap kali membuat pihak-pihak tertentu merasa tidak nyaman. (naz)
Editor : Mizan Ahsani