Daerah Gaya Hidup Hiburan Internasional Jatim Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Opini Pacitan Ponorogo

Pakar Jepang Ingatkan Bahaya 14 Zona Megathrust RI, Waspada Potensi Gempa M 9,1 di Selatan Jawa

Mizan Ahsani • 2026-03-19 20:20:55
Foto: Segmen zona megathrust di selatan Jawa dan Sumatra. (Dok. Jurnal On the potential for megathrust earthquakes and tsunamis off the southern coast of West Java and southeast Sumatra, Indonesia)
Foto: Segmen zona megathrust di selatan Jawa dan Sumatra. (Dok. Jurnal On the potential for megathrust earthquakes and tsunamis off the southern coast of West Java and southeast Sumatra, Indonesia)

Jawa Pos Radar Madiun - Pembaruan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024 mencatat penambahan zona megathrust menjadi 14 titik krusial.

Rapatnya kontur bahaya di peta terbaru ini memicu atensi serius dari para pakar kegempaan internasional.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Penginapan Dekat Gunung Bromo, Wisatawan Bisa Nikmati Sunrise

Profesor Kosuke Heki dari Hokkaido University, Jepang, mengungkapkan bahwa karakteristik geologi subduksi Indonesia memiliki tingkat kerawanan yang serupa dengan zona Nankai Trough salah satu kawasan megathrust paling aktif dan diawasi ketat di dunia.

"Kami melihat adanya kopling antar-seismik yang saling mengunci di sepanjang sumbu palung. Regangan terus terakumulasi untuk gempa berikutnya," ungkap Heki saat menjadi Visiting Researcher di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Baca Juga: Mudik Lebaran Lebih Lancar, BRI Imbau Isi Saldo BRIZZI Sebelum Masuk Tol

Menurut Heki, alih-alih menebak kapan gempa besar terjadi, pemerintah harus memperkuat teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS) dan pemantauan dasar laut.

Tujuannya adalah mendeteksi slow slip event (pergeseran lambat) yang kerap menjadi indikator awal sebelum lempeng bumi melepaskan energi utamanya.

Baca Juga: Libur Lebaran Menginap di Salatiga? Ini 8 Hotel Estetik dengan View Gunung yang Indah

Dalam pemetaan terbaru, Megathrust Aceh-Andaman memegang potensi gempa terbesar hingga magnitudo (M) 9,2.

Sementara itu, bagi warga di pesisir selatan Pulau Jawa, ancaman Megathrust Jawa tak kalah mengkhawatirkan dengan potensi guncangan maksimum mencapai M 9,1.

Kewaspadaan ini selaras dengan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyoroti zona seismic gap di Selat Sunda dan Mentawai-Siberut.

Kedua wilayah ini diketahui sudah ratusan tahun tidak melepaskan energi tektoniknya.

Baca Juga: Kemenag Prediksi Idul Fitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret, Hilal Belum Penuhi Syarat MABIMS

Kendati demikian, BMKG meminta masyarakat untuk tidak panik. Istilah "tinggal menunggu waktu" di zona seismic gap merujuk pada lamanya siklus akumulasi energi yang tersimpan, bukan berarti gempa dahsyat akan terjadi dalam waktu dekat.

Langkah terbaik saat ini adalah memperkuat edukasi dan mitigasi bencana di tingkat tapak. (*)
*Sayiddil Akbar Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura

Editor : Mizan Ahsani
#Peta gempa RI #14 Zona Megathrust #Pakar Jepang #megathrust #potensi gempa