Jawa Pos Radar Madiun - Pemandangan tak biasa mewarnai arus balik Lebaran 2026 di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, pada Senin (23/3/2026).
Puluhan mobil pemudik terjebak antrean panjang tak bergerak di sebuah jalan setapak sempit yang membelah area persawahan.
Baca Juga: Pemerintah Batalkan Rencana Sekolah Online April 2026, Guru dan Murid Lanjut Tatap Muka di Kelas
Insiden yang viral di media sosial ini bukan disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas, melainkan karena para pengendara terlalu mengandalkan rute pintas dari aplikasi navigasi Google Maps.
Kejadian bermula saat puluhan kendaraan yang mayoritas berpelat nomor luar daerah seperti B (Jakarta), G (Pekalongan), dan L (Surabaya) hendak menuju Gerbang Tol (GT) Purwomartani untuk kembali ke perantauan.
Bukannya diarahkan ke jalan utama, aplikasi peta digital tersebut justru menyesatkan rombongan melewati perkampungan Dusun Karangkalasan.
Baca Juga: Waspada Cuaca Ekstrem! BMKG Prediksi Hujan Lebat Mengintai Arus Balik Lebaran 24-30 Maret 2026
Pemudik mengira jalur tanah yang hanya muat untuk satu mobil tersebut adalah akses alternatif resmi menuju pintu masuk tol.
Melihat "invasi" mendadak kendaraan roda empat di jalan desa mereka, warga sekitar langsung sigap turun tangan.
Tanpa dikomando, penduduk setempat berinisiatif mengatur lalu lintas dan menuntun para pengemudi yang kebingungan untuk memutar balik dari medan sulit tersebut.
Baca Juga: Penerimaan Polri 2026 Sampai Kapan? Cek Jadwal dan Cara Pendaftaran
Pihak PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ) membenarkan adanya insiden tersebut. Humas PT JMJ, Rachmat, mengonfirmasi bahwa penumpukan kendaraan di jalur alternatif yang tidak semestinya itu murni dipicu oleh kesalahan arahan dari aplikasi peta digital.
Mengingat tingginya volume kendaraan di musim mudik, PT JMJ mengimbau pengendara untuk tidak bergantung 100 persen pada teknologi.
Fenomena ini turut memicu reaksi warganet yang mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menggunakan navigasi digital. (*)
*Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura