Jawa Pos Radar Madiun - Estafet kepemimpinan di Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi bergulir.
Pada Jumat (27/3), Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melantik Robert Leonard Marbun sebagai Sekretaris Jenderal Kemenkeu, menggantikan Heru Pambudi yang telah menjabat sejak 2021.
Pelantikan yang berlangsung di Kantor Kemenkeu, Jakarta ini didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24/TPA/2026 yang ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto pada 16 Maret lalu.
Baca Juga: Perbandingan Nilai Pasar Timnas Indonesia vs Saint Kitts and Nevis: bak Langit dan Bumi
Profil Robert Leonard Marbun
Robert bukan sosok baru di lingkungan fiskal. Pria kelahiran Medan, 23 Juni 1970 ini dikenal sebagai birokrat dengan latar belakang akademik internasional yang sangat kuat.
-
S1: Hubungan Internasional, Universitas Padjadjaran (Unpad).
-
S2: Master of Policy Analysis (MPA), Saitama University, Jepang (2000).
-
S3: Doctor of Philosophy in Economics, Kobe University, Jepang (2004).
Baca Juga: Rekomendasi Kompor Listrik 2 Tungku 2026 Murah dan Terbaik, Solusi Hemat Gas di Tengah Krisis Energi
Rekam Jejak Karier
Menkeu Purbaya menekankan bahwa Robert dipilih karena memiliki fondasi yang kuat dalam berbagai lini operasional Kemenkeu.
Berikut adalah perjalanan karier strategis Robert Leonard Marbun:
| Periode | Jabatan Strategis | Fokus Utama |
| 2011 | Tenaga Pengkaji Bidang Pengawasan | Penegakan hukum Kepabeanan dan Cukai. |
| 2012 | Kakanwil DJBC Sulawesi | Kepemimpinan wilayah dan operasional lapangan. |
| 2015-2016 | Direktur Kepabeanan Internasional | Kerja sama internasional dan antarlembaga. |
| 2018 | Staf Ahli Kebijakan Penerimaan Negara | Perumusan kebijakan fiskal dan penerimaan. |
| Terbaru | Staf Ahli Hubungan Kelembagaan BKPM | Sinergi investasi dan hubungan antarinstansi. |
Baca Juga: Karimun Kotak Masih Laris Manis di 2026, Harga Bekas Sekarang Mulai Rp 30 Jutaan Saja
Pesan Menkeu Purbaya
Dalam sambutannya, Menkeu Purbaya meyakini bahwa kemampuan koordinasi lintas fungsi yang dimiliki Robert akan sangat krusial dalam posisi barunya.
"Posisi Sekjen menuntut pemahaman menyeluruh terhadap operasional, kebijakan, serta kemampuan menyinergikan berbagai unit dalam organisasi," tegas Purbaya.
Sebagai motor organisasi, Sekretariat Jenderal di bawah kepemimpinan Robert diharapkan mampu mengakselerasi reformasi birokrasi dan memastikan tata kelola keuangan negara di tengah tantangan ekonomi global 2026. (naz)
Editor : Mizan Ahsani