Jawa Pos Radar Madiun - Industri otomotif tanah air bersiap menyambut sejarah baru.
Mobil nasional dengan kode i2C, yang dikembangkan dengan basis keahlian kendaraan taktis Pindad, diproyeksikan menjadi flagship atau unit unggulan kendaraan listrik keluarga Indonesia pada tahun 2027 mendatang.
i2C hadir sebagai jawaban bagi masyarakat yang ingin beralih ke ekosistem listrik tanpa harus mengorbankan kapasitas penumpang dan daya jelajah. Mengusung konsep SUV, mobil ini siap menantang dominasi merek global di pasar lokal.
Keunggulan Utama i2C: SUV Listrik Kebanggaan Bangsa
Berdasarkan spesifikasi teknis yang berkembang dalam tahap pengembangannya, berikut adalah keunggulan yang membuat i2C layak dinanti:
1. Performa dan Daya Jelajah Antar-Kota
Berbeda dengan mobil listrik mungil (city car), i2C dirancang untuk perjalanan jarak jauh (intercity).
-
Jarak Tempuh: Berbekal baterai jumbo berkapasitas 83,4 kWh, mobil ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 600 km dalam sekali pengisian penuh (standar CLTC/NEDC).
-
Tenaga Mesin: Motor listriknya menghasilkan tenaga setara 204 PS dengan torsi instan 310 Nm, memberikan akselerasi responsif khas mobil listrik kelas atas.
Baca Juga: PNS Terapkan WFH, 5 Aplikasi Ini Wajib Ada di HP agar Tetap Produktif di Rumah
2. Dimensi SUV 7-Penumpang (True 7-Seater)
i2C menyasar segmen terpopuler di Indonesia, yakni mobil keluarga berkapasitas besar.
-
Kabin Luas: Memiliki konfigurasi 3 baris kursi yang lapang, menjadikannya kompetitor serius bagi SUV bensin kelas mapan.
-
Ground Clearance Tinggi: Dirancang adaptif dengan berbagai kondisi jalanan di Indonesia, mewarisi karakter SUV tangguh yang mampu melibas medan semi-offroad.
3. Teknologi Keamanan Canggih (ADAS)
Sebagai mobil modern masa depan, i2C dibekali fitur keselamatan aktif tingkat tinggi:
-
L2 Autonomous Driving: Dilengkapi Adaptive Cruise Control, Lane Keeping Assist, dan pengereman darurat otomatis.
-
Sasis Standar Militer: Mengingat keahlian Pindad dalam memproduksi Maung, struktur bodi i2C diharapkan memiliki tingkat kekakuan (rigidity) dan standar keamanan di atas rata-rata mobil komersial.
4. Efisiensi Pengisian Daya & Fitur Pintar
-
Ultra Fast Charging: Mendukung pengisian daya cepat (DC) yang memungkinkan baterai terisi dari 10% ke 80% hanya dalam waktu kurang dari 30 menit.
-
Vehicle to Load (V2L): Fitur ini memungkinkan i2C menjadi "power bank" raksasa untuk menyalakan peralatan elektronik rumah tangga, sangat praktis untuk kebutuhan darurat atau aktivitas luar ruang seperti berkemah (camping).
Kesimpulan: Jembatan Menuju Kemandirian Otomotif
Kehadiran i2C bukan sekadar menambah pilihan mobil listrik, melainkan bukti kemandirian teknologi Indonesia. Dengan harga yang diprediksi tetap kompetitif, i2C berpotensi besar menjadi pemimpin pasar SUV listrik keluarga yang menawarkan ketangguhan khas kendaraan Pindad namun dengan kenyamanan mobil mewah. (rio/naz)
Editor : Mizan Ahsani