Jawa Pos Radar Madiun - Di tengah memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah yang mengancam pasokan energi dunia, Presiden RI Prabowo Subianto meminta masyarakat Indonesia untuk tidak panik.
Dalam arahannya pada Rapat Kerja Pemerintah di Istana Kepresidenan, Rabu (8/4/2026), Kepala Negara menegaskan bahwa kondisi pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional saat ini berada dalam level yang sangat aman.
Kepastian ini diperoleh setelah menerima laporan langsung dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
"Pak Bahlil bilang aman, jadi tenang. Aman bukan berarti kita santai-santai, kita bekerja, kita waspada," ungkap Prabowo.
Baca Juga: Liverpool Dilumat PSG, Arne Slot Buka Suara usai Kejutan Taktiknya Gagal Total di Paris
Meski dunia tengah dihantui krisis pangan, energi, dan air seperti yang diprediksi PBB, pemerintah telah meracik strategi khusus untuk menghadapi periode kritis selama 12 bulan ke depan.
Presiden memastikan subsidi energi akan tetap dipertahankan dan difokuskan bagi 80 persen rakyat menengah ke bawah.
Sebaliknya, kalangan mampu diimbau untuk menggunakan BBM nonsubsidi dengan harga pasar.
Rincian Ketahanan Stok BBM Nasional
Pernyataan Presiden turut diperkuat oleh paparan detail dari Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR.
Wahyudi memastikan seluruh kilang milik Pertamina beroperasi secara normal tanpa adanya kegiatan pemeliharaan (maintenance) yang mengganggu produksi.
Distribusi BBM ke masyarakat juga dipastikan terlayani dengan lancar.
Berikut adalah rincian ketahanan stok BBM nasional terkini:
| Jenis Bahan Bakar | Ketahanan Stok | Total Cadangan Nasional | Rata-rata Konsumsi Harian |
| Pertalite (RON 90) | 18,1 Hari | 1,51 Juta KL | 84.038 KL |
| Pertamax (RON 92) | 22,1 Hari | - | - |
| Pertamax Turbo (RON 98) | 46,5 Hari | - | - |
| Solar Subsidi | 16,5 Hari | 1,57 Juta KL | 95.638 KL |
| Pertamina DEX (CN 53) | 64,5 Hari | - | - |
| Avtur (Bahan Bakar Pesawat) | 28,1 Hari | 388.626 KL | 13.816 KL |
(Catatan: KL = Kilo Liter)
Baca Juga: Korupsi APBDes Bandar Pacitan Disidik, Kerugian Negara Capai Rp 239 Juta
Krisis global saat ini justru dijadikan momentum oleh pemerintah untuk mempercepat reformasi ketahanan energi nasional.
Dengan cadangan stok yang memadai di seluruh lini bahan bakar, masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa tanpa perlu melakukan panic buying di SPBU. (*)
Sayiddil Akbar Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura