Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Imbas Krisis Energi, Bank Dunia Pangkas Proyeksi Ekonomi RI Jadi 4,7 Persen

Mizan Ahsani • Kamis, 9 April 2026 | 14:58 WIB
Bank Indonesia (Pinterest.com/Marketivate)
Bank Indonesia (Pinterest.com/Marketivate)

Jawa Pos Radar Madiun - Guncangan eksternal akibat tensi geopolitik di Timur Tengah mulai membawa dampak signifikan.

Bank Dunia resmi memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 menjadi 4,7 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), turun dari prediksi sebelumnya di angka 4,8 persen.

Revisi ini dirilis melalui laporan East Asia and Pacific (EAP) Economic Update edisi April 2026.

Laju pertumbuhan nasional diproyeksikan melambat akibat terhantam lonjakan harga minyak dunia serta sentimen penghindaran risiko di pasar global.

Baca Juga: Hasil BAC 2026: Kejutan, Tiwi/Siti Fadia Tumbangkan Ganda Putri Ranking 3 Dunia

Tren pelemahan ini tidak hanya dialami Indonesia, melainkan melanda seluruh kawasan Asia Timur dan Pasifik.

Bank Dunia memprediksi pertumbuhan regional tahun ini merosot ke level 4,2 persen dari capaian 5,0 persen di tahun sebelumnya. Krisis energi imbas konflik global dinilai semakin memperparah dampak negatif dari pembatasan perdagangan.

Baca Juga: Gebrakan Prabowo: Biaya Haji 2026 Turun Rp 2 Juta, Kemenhaj Kaji Skema Tanpa Antre

Direktur Penelitian Kelompok Bank Dunia, Aaditya Mattoo, memperingatkan bahwa kenaikan harga bahan bakar hingga 50 persen berisiko menggerus pendapatan masyarakat hingga 3-4 persen.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah diimbau untuk segera menyalurkan stimulus yang tepat sasaran bagi kelompok rentan dan pelaku UMKM demi menjaga stabilitas daya beli tanpa membebani kas negara. (*)

*Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura

Editor : Mizan Ahsani
#proyeksi ekonomi #bank dunia #ekonomi ri #krisis energi