Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Paradoks Gula RI: Produksi Melimpah, Tapi Pasar Malah Kebanjiran Impor

Mizan Ahsani • Kamis, 9 April 2026 | 16:29 WIB
Ilustrasi Impor Gula (CNN Indonesia)
Ilustrasi Impor Gula (CNN Indonesia)
 Jawa Pos Radar Madiun - Industri gula nasional tengah menghadapi situasi paradoks. Meski produksi gula dalam negeri tercatat terus naik dan lahan tebu makin meluas, pasar Indonesia nyatanya tetap kebanjiran pasokan gula impor.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi gula nasional menyentuh angka 2,46 juta ton pada 2024, ditopang oleh perluasan area perkebunan rakyat.

 Ironisnya, volume impor gula juga tetap tinggi di angka 5,31 juta ton demi menambal total kebutuhan nasional yang diperkirakan mencapai 6,33 juta ton.

Baca Juga: Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Jaksel Mengeluh Harga Plastik Naik 10 Kali Sejak Ramadan

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menilai kondisi anomali ini sangat tidak wajar.

Ia menyoroti adanya kebocoran skala besar distribusi gula rafinasi impor yang sejatinya diperuntukkan bagi industri pengolahan masuk ke pasar konsumsi rumah tangga.

"Satu sisi produksi kita kurang, tapi gulanya tidak bisa laku. Kalau bocor hanya sedikit, ini banjir," tegas Amran di hadapan DPR.

Rembesan gula rafinasi ini memicu efek domino yang fatal. Gula lokal sulit terserap sehingga memukul harga jual di tingkat petani.

Tak hanya itu, BUMN SugarCo bahkan harus menanggung kerugian hingga Rp680 miliar akibat harga pasar yang hancur lebur dihantam impor tak terkontrol.

Baca Juga: Cegah Narkoba Masuk Desa, Mendes Dukung BNN Larang Peredaran Vape

Merespons krisis ini, pemerintah langsung menempuh langkah konsolidasi.

PT Sinergi Gula Nasional (SGN) kini difokuskan penuh pada genjotan produksi hulu, sementara ID Food ditugaskan mengatur kendali perdagangan hilir.

Kebijakan larangan dan pembatasan (lartas) gula rafinasi juga tengah dimatangkan agar kebocoran distribusi dapat segera disumbat demi menyelamatkan nasib petani tebu lokal. (*)

*Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura

Editor : Mizan Ahsani
#gula nasional #pasar RI #banjir impor #produksi gula #BUMN