JAKARTA - Sugiono resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) periode 2026-2030.
Keputusan tersebut diambil dalam Musyawarah Nasional (Munas) PB IPSI yang digelar di Jakarta, Sabtu (11/4/2026).
Sugiono terpilih secara aklamasi untuk memimpin organisasi pencak silat nasional selama empat tahun ke depan.
Dua Nama Muncul, Prabowo Mundur
Proses penjaringan sebelumnya memunculkan dua kandidat utama, yakni Prabowo Subianto dan Sugiono.
Ketua Tim Penjaringan, Bayu Syahjohan, menyebut nama Prabowo tetap masuk dalam daftar karena statusnya sebagai ketua umum sebelumnya.
"Nama-nama terjaring seperti yang tadi disampaikan, ada dua. Yang pertama tentunya kita menghargai Ketua Umum yang lama, Bapak Prabowo Subianto. Dan tadi kita sudah dengarkan bersama pada saat sambutannya, beliau sudah tidak bersedia kembali. Dan nama orang yang terjaring dari beberapa perguruan dan Pengprov (Pengurus Provinsi), nama kedua adalah Bapak Sugiono."
Namun, dalam sambutannya, Prabowo menyatakan tidak bersedia melanjutkan jabatan.
"Hari ini saya menyatakan bahwa saya mohon izin untuk tidak melanjutkan sebagai ketum PB IPSI. Karena saya sudah mengemban tugas kebangsaan yang menyita waktu saya. Sehingga tidak mungkin saya efektif sebagai ketua IPSI,"
Usung Misi Bawa Pencak Silat ke Olimpiade
Kepengurusan PB IPSI periode 2026-2030 menargetkan peningkatan prestasi internasional, termasuk mendorong pencak silat masuk ke ajang Olimpiade.
Langkah tersebut menjadi fokus utama dalam pengembangan olahraga tradisional Indonesia di level global.
Bukan Sosok Baru di IPSI
Sugiono sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PB IPSI. Ia kerap mewakili Prabowo dalam berbagai agenda pencak silat, baik di dalam maupun luar negeri.
Salah satunya saat menghadiri kejuaraan dunia pencak silat di Abu Dhabi pada Desember 2024. Dalam ajang tersebut, Indonesia berhasil keluar sebagai juara umum.
Selain itu, sekjen Gerindra itu beberapa kali dipercaya melepas keberangkatan atlet pencak silat Indonesia ke berbagai kejuaraan internasional.
Editor : Ockta Prana Lagawira