Jawa Pos Radar Madiun - Badan Gizi Nasional (BGN) kembali disorot terkait pengadaan 21.801 unit motor listrik untuk operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pasalnya, motor merek Emmo yang dibeli pemerintah seharga Rp 41-43 jutaan itu dituding mirip dengan produk murah di situs Alibaba yang dibanderol Rp 10 jutaan.
Baca Juga: Bahaya Perokok Pasif: Risiko Kanker Paru dan Jantung yang Menanti Non-Perokok
Menanggapi hal itu, Kepala BGN Dadan Hindayana membantah keras.
Ia menyebut akun di Alibaba yang memajang motor bermerek Kollter ES1-X PRO seharga Rp 10,4 juta itu adalah fiktif.
"Itu akun bodong. Baterai motor listrik saja harganya Rp 7 juta, belum dinamo, controller, dan peralatan lainnya," tegas Dadan, Senin (13/4).
Baca Juga: Polemik Motor Listrik SPPG, DPR Segera Panggil BGN Usai Kemenkeu Mengaku Pernah Menolak
Dadan membeberkan fakta bahwa motor Emmo sejatinya dipasarkan secara global di Eropa, Amerika, dan Tiongkok dengan jenama Tinbot.
Mengacu pada situs resminya, harga motor tersebut didiskon menjadi 5.900 dolar AS (sekitar Rp 90 jutaan).
Bahkan, motor ini pernah mejeng di ajang pameran bergengsi EICMA Milan dan telah digunakan oleh kepolisian Spanyol.
Sebagai informasi, BGN memborong dua tipe motor listrik, yakni Emmo-JVX GT jenis trail seharga Rp 43,3 juta dan Emmo-JV Max jenis bebek seharga Rp 41,7 juta per unit.
Dadan memastikan pengadaan ini hanya dianggarkan pada 2025 dan tidak berlanjut di 2026.
Nantinya, kendaraan operasional ini difokuskan bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mendistribusikan logistik di daerah-daerah terpelosok yang aksesnya terbilang sulit.
Saat ini, ribuan unit motor tersebut dilaporkan masih terparkir di gudang distributor kawasan Sentul, Bogor, sembari menunggu proses distribusi. (*)
*Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura