JAKARTA - Menteri Koperasi Ferry Juliantono memastikan tenaga kerja di koperasi desa (kopdes) merah putih akan direkrut dari masyarakat lokal.
Kebijakan ini menegaskan bahwa perekrutan tidak dilakukan secara terpusat, melainkan berbasis desa.
"Nanti, ada dari desa juga, kita akan melibatkan pengurus koperasi desa yang sudah ada. Mereka diberi kesempatan untuk menjadi karyawan di kopdes merah putih," ujar Ferry saat ditemui Antara usai rapat koordinasi terbatas di Kemenko Pangan, Jakarta, Senin.
Libatkan Pengurus Lama dan Penerima PKH
Ferry menjelaskan, selain pengurus koperasi yang sudah ada, masyarakat desa juga mendapat kesempatan luas untuk bergabung sebagai tenaga kerja.
"Penerima manfaat juga bisa membantu menjadi karyawan pekerja yang sifatnya kasir, sekuriti, sopir, dan lain sebagainya. Pokoknya kita akan libatkan masyarakat di desa itu," ucap dia.
Program ini turut membuka peluang bagi penerima Program Keluarga Harapan (PKH) untuk ikut bekerja dalam operasional koperasi.
Rekrutmen Dilakukan oleh Desa
Posisi Non-Manajerial Dikelola Lokal
Pemerintah menegaskan proses rekrutmen untuk posisi seperti kasir, sopir, hingga tenaga pendukung lainnya akan dilakukan langsung oleh masing-masing desa.
Langkah ini diambil untuk memastikan keterlibatan penuh masyarakat lokal serta memperkuat ekonomi desa.
Peran PT Agrinas Pangan Nusantara dalam Kopdes
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menegaskan seluruh tenaga kerja pendukung wajib berasal dari desa setempat.
Ia menyebut Agrinas mendapat mandat membangun infrastruktur koperasi serta mengelola operasional selama dua tahun awal sebelum diserahkan ke pengurus desa.
Joao juga menegaskan warga dari luar desa tidak diperkenankan ikut dalam proses rekrutmen.
Skema Karyawan dan Target Penyerapan Tenaga Kerja
Setiap koperasi desa merah putih akan memiliki sekitar 17 karyawan di luar posisi manajer.
Proses perekrutan akan melibatkan kepala desa dan sekretaris desa untuk memastikan transparansi serta pemerataan kesempatan kerja.
Dengan skema tersebut, pemerintah memperkirakan sekitar 1,56 juta warga desa akan terserap sebagai tenaga kerja baru melalui program kopdes merah putih.
Editor : Ockta Prana Lagawira