Jawa Pos Radar Madiun - Pemerintah tengah mengupayakan sinergi lintas kementerian guna mencari solusi komprehensif atas melambungnya harga kemasan plastik di tingkat nasional.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa sektor industri tetap memiliki akses terhadap bahan baku dengan harga yang lebih terjangkau dan stabil.
Wamendag Dyah Roro Esti menekankan bahwa koordinasi antara Kementerian Perdagangan dan kementerian teknis lainnya sangat krusial dalam menghadapi krisis rantai pasok ini.
“Secara keseluruhan tentunya dibutuhkan sinergitas lintas kementerian, baik itu kami di Kemendag maupun kementerian lainnya untuk mencarikan solusi terbaiknya,” ujarnya.
Sebagai strategi jangka pendek, pemerintah mulai mencari negara pemasok alternatif di luar wilayah konflik untuk memenuhi kebutuhan biji kemasan plastik.
Baca Juga: Harga Kemasan Plastik Melejit, Wamendag Dyah Roro Esti Ungkap Biang Kerok Kenaikannya
Menteri Perdagangan Budi Santoso disebut telah memberikan instruksi mengenai wilayah mana saja yang bisa menjadi sumber pasokan baru bagi industri dalam negeri.
“Kita berupaya untuk sourcing dari beberapa wilayah. Pak Menteri sudah memberikan statement dari wilayah mana saja untuk kemudian bahan baku nafta bisa terpenuhi sehingga plastik harganya semakin stabil,” jelas Roro.
Selain mencari pemasok baru, pemerintah juga mendorong para pelaku usaha untuk mulai menggunakan bahan alternatif sebagai pengganti plastik.
Langkah substitusi ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan industri nasional sehingga tidak terlalu rentan terhadap guncangan harga komoditas global di masa depan.
Pemerintah optimis bahwa dengan kebijakan yang tepat dan dukungan dari semua pihak, beban yang dihadapi masyarakat akibat kondisi geopolitik global ini dapat segera teratasi. (naz)
Editor : Mizan Ahsani