Jawa Pos Radar Madiun - Seiring viralnya kasus dugaan kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, publik mulai menelusuri siapa sosok di balik lembaga tersebut.
Namun, pencarian informasi secara digital justru menemui jalan buntu.
Sejumlah kanal digital milik Little Aresha seperti Instagram, Facebook, Google Maps, hingga situs web resmi mereka dilaporkan sudah tak dapat diakses atau menghilang dari publik.
Di media sosial, warganet mulai menyebarkan dugaan struktur organisasi lembaga tersebut.
Muncul nama Diyah Kusumastuti yang disebut-sebut sebagai pemilik utama atau Ketua Yayasan. Selain itu, nama seorang akademisi berinisial CD juga turut dikaitkan sebagai penasehat yayasan.
Meski demikian, informasi tersebut masih berstatus rumor yang belum terverifikasi secara hukum.
Pihak kepolisian hingga kini belum merilis secara resmi identitas pemilik maupun tersangka dalam kasus ini.
Kronologi Penggrebekan Daycare Little Aresha
Kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, kini tengah menjadi sorotan.
Kasus ini mencuat setelah pihak kepolisian melakukan penggerebekan di lokasi tersebut pada Jumat (24/4).
Kesaksian memilukan datang dari salah satu orang tua berinisial Choi. Ia tak kuasa menahan tangis saat menceritakan kondisi anaknya yang baru dititipkan kurang dari sebulan di tempat tersebut.
Saat penggerebekan berlangsung, Choi melihat anaknya diperlakukan secara tidak manusiawi.
"Anak saya ditidurkan di lantai tanpa mengenakan baju, dengan tangan dan kaki diikat menggunakan kain. Bukan dibedong, diikat (diborgol)," ujar Choi, Sabtu (25/4). (naz)
Editor : Mizan Ahsani