Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Ancaman Tegas Mendikti dan Pengawasan Ketat UGM Warnai Pelaksanaan UTBK SNBT 2026

Mizan Ahsani • Senin, 27 April 2026 | 09:57 WIB
Visualisasi Kegiatan UTBK/ SNBT (UGM)
Visualisasi Kegiatan UTBK/ SNBT (UGM)

Jawa Pos Radar Madiun - Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026 menjadi sorotan tajam, terutama menyangkut isu integritas.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto menegaskan komitmen pemerintah untuk menindak tegas segala bentuk kecurangan dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri ini.

"Terus menerus kita ingatkan, bahwa modus kecurangan apa pun pasti akan diketahui oleh panitia. Kejahatannya akan diproses sesuai ketentuan hukum," tegas Brian saat meninjau pelaksanaan UTBK di Universitas Tanjungpura (Untan), Jumat (24/4).

Baca Juga: Harga Emas UBS di Pegadaian Senin Pagi: Tetap di Rp2,87 Juta, Simak Tabel Harganya

Peringatan Mendikti ini bukan isapan jempol belaka. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa upaya kecurangan masih merajalela.

Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Eduart Wolok, membeberkan bahwa sejak hari pertama UTBK (21/4), panitia telah menggagalkan berbagai modus kecurangan, mulai dari penyembunyian alat bantu komunikasi di balik pakaian di Universitas Sulawesi Barat, hingga praktik perjokian terorganisasi yang menggunakan orang yang sama untuk mengikuti ujian atas nama peserta lain di tahun yang berbeda.

Kasus-kasus serupa juga terdeteksi di berbagai perguruan tinggi terkemuka, seperti Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Negeri Malang (UM), hingga Universitas Airlangga (Unair).

Baca Juga: Duel Tim On-Fire: Bali United Siap Jinakkan PSM Makassar di Dipta

UGM Perketat Pengawasan Sejak di Pintu Masuk

Merespons tingginya ancaman kecurangan, Universitas Gadjah Mada (UGM) mengambil langkah preventif ekstra ketat.

Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerapkan berbagai strategi mitigasi untuk mengantisipasi celah perjokian yang kian canggih akibat perkembangan teknologi.

"Kami melakukan pengawasan lebih ketat sejak sebelum ujian dimulai, memperketat pemeriksaan sebelum peserta memasuki ruang ujian, serta memastikan tidak ada barang bawaan yang berada di dekat peserta," ujar Prof. Ova saat melakukan pemantauan (monev) pada Sabtu (25/4).

Baca Juga: Vespa P200E: Skuter Klasik Paling Bertenaga di Era 70-an, Jadi Buruan Pecinta Skuter Klasik

Selain pengawasan fisik, UGM juga memutakhirkan sistem jaringan dan server. Direktur Direktorat Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. dr. Gandes Retno Rahayu, memastikan bahwa sistem ujian telah diperbarui untuk menutup setiap celah keamanan digital.

Tahun ini, UGM menyelenggarakan UTBK bagi 15.502 peserta yang tersebar di 14 lokasi dan 44 ruang ujian.

Kampus "Kerakyatan" ini juga membuktikan komitmen inklusivitasnya dengan menyediakan fasilitas khusus bagi peserta difabel rungu dan fisik, sementara peserta difabel netra difasilitasi secara terpusat oleh kebijakan panitia nasional.

Melalui jalur SNBT ini, UGM menyediakan kuota penerimaan mahasiswa baru sekitar 2.800 kursi (30 persen dari total kapasitas).

Para peserta diimbau untuk menjunjung tinggi integritas dan mengandalkan kemampuan sendiri, mengingat sanksi diskualifikasi hingga jerat hukum telah menanti siapa saja yang berani mencurangi masa depan pendidikan bangsa.(*)

*Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura

Editor : Mizan Ahsani
#joki utbk #snbt 2026 #ugm #Mendiktisaintek