Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Kredit Komersial BRI Tembus Rp61,4 Triliun, Naik 58 Persen

Hengky Ristanto • Senin, 27 April 2026 | 19:37 WIB
Transformasi BRI melalui BRIvolution Reignite mendorong lonjakan kredit komersial hingga Rp61,4 triliun pada 2025. FOTO: BRI
Transformasi BRI melalui BRIvolution Reignite mendorong lonjakan kredit komersial hingga Rp61,4 triliun pada 2025. FOTO: BRI

JAKARTA – Transformasi bisnis yang dijalankan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mulai menunjukkan hasil signifikan.

Segmen commercial atau komersial menjadi motor pertumbuhan baru dengan capaian kinerja yang melesat sepanjang 2025.

Melalui inisiatif strategis BRIvolution Reignite, perseroan mampu mempercepat ekspansi bisnis di tengah persaingan industri perbankan yang kian ketat.

Optimalisasi rantai nilai (value chain) dan penguatan jaringan bisnis menjadi kunci peningkatan penetrasi pasar.

Kredit komersial BRI tercatat mencapai Rp61,4 triliun pada 2025. Angka tersebut naik Rp22,6 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.

Secara tahunan, pertumbuhan kredit komersial melesat 58,4 persen (year on year), jauh di atas tren lima tahun terakhir.

Jika ditarik lebih panjang, tren kenaikan terlihat konsisten. Dari Rp20,8 triliun pada 2021, meningkat menjadi Rp38,7 triliun pada 2024, sebelum melonjak tajam pada 2025. Dalam empat tahun terakhir, nilai kredit komersial hampir tiga kali lipat.

Komposisi pembiayaan juga menunjukkan diversifikasi yang solid. Sektor berbasis APBN menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 20 persen.

Disusul sektor energi 12 persen, konstruksi 11 persen, perdagangan dan pangan masing-masing 10 persen, serta industri pengolahan 8 persen.

Seiring pertumbuhan tersebut, pangsa pasar segmen komersial BRI ikut terdongkrak. Dari 2,1 persen pada 2021 menjadi 5,2 persen pada 2025.

Kenaikan ini mencerminkan efektivitas strategi ekspansi berbasis ekosistem yang dijalankan perseroan.

Kualitas kredit pun membaik. Rasio Loan at Risk (LaR) berhasil ditekan menjadi 7,6 persen pada 2025.

Perbaikan ini berjalan seiring penguatan fundamental, termasuk peningkatan dana murah (CASA) dan dana pihak ketiga (DPK).

Direktur Commercial Banking BRI, Alexander Dippo Paris Y. S., menyebut transformasi difokuskan pada penguatan bisnis inti melalui pilar Revamp Existing Core.

Strategi ini diarahkan untuk meningkatkan transaksi dan memperkuat value chain nasabah.

“Segmen middle market memiliki peran penting dalam rantai pasok perekonomian nasional, sekaligus menjadi penghubung antara UMKM dan korporasi besar dalam satu ekosistem,” ujarnya. (her)

Editor : Hengky Ristanto
#Kredit Komersial BRI #Kinerja PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 2025 #Transformasi Perbankan Indonesia #qlola bri #BRIVolution Reignite