Jawa Pos Radar Madiun - Memasuki hari kedua pasca-kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur, fokus utama Tim SAR gabungan adalah melakukan evakuasi terhadap penumpang yang masih terperangkap.
Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, menyatakan bahwa proses pemotongan kerangka kereta (ekstrikasi) dilakukan dengan sangat teliti karena kerusakan rangkaian yang sangat parah.
Update Evakuasi Korban (Selasa Pagi)
Hingga Selasa pagi, tim penyelamat berhasil mengeluarkan beberapa korban dari rangkaian gerbong dalam kondisi selamat maupun meninggal dunia:
02.42 WIB: 1 korban meninggal dunia (belum teridentifikasi).
04.17 WIB: Nurul (26) berhasil diselamatkan (dirujuk ke RSUD Kota Bekasi).
05.49 WIB: Ata (30) berhasil dievakuasi selamat.
05.59 WIB: 1 korban meninggal dunia ditemukan.
06.25 WIB: Mia (26) berhasil diselamatkan.
06.55 WIB: Siti Fatonah (47) berhasil dikeluarkan dengan selamat.
07.25 WIB: Endang Kuswati (40) berhasil dievakuasi selamat.
Baca Juga: Update Kecelakaan KRL vs KA Argo Bromo di Bekasi: 6 Meninggal Dunia, 80 Luka-Luka! Layanan Lumpuh
Data Korban dan Penanganan Medis
Berdasarkan data hingga pukul 07.30 WIB, total korban tercatat sebanyak 92 orang.
Rinciannya adalah 85 korban selamat (sebagian besar luka ringan dan sedang) serta 7 orang meninggal dunia.
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menyebutkan masih ada sekitar 3 orang yang diduga kuat masih terperangkap di dalam rangkaian kereta.
Seluruh korban kini telah tersebar di berbagai rumah sakit, mulai dari RSUD Kota Bekasi hingga RS Polri Kramat Jati untuk identifikasi lebih lanjut.
Operasional dan Layanan Darurat
PT KAI memastikan seluruh 12 gerbong KA Argo Bromo Anggrek telah dipindahkan ke Stasiun Bekasi.
Kabar baiknya, jalur hilir sudah mulai dibuka kembali untuk operasional, meskipun perjalanan KRL Commuter Line masih dibatasi hanya sampai Stasiun Bekasi.
Bagi keluarga yang mencari informasi mengenai anggota kerabatnya, PT KAI telah menyediakan layanan khusus:
Call Center: 121
Posko: Posko Tanggap Darurat di Stasiun Bekasi. (naz)
Editor : Mizan Ahsani