Jawa Pos Radar Madiun - Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan kabar duka mengenai peningkatan jumlah korban jiwa.
Berdasarkan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat sebanyak 14 orang meninggal dunia akibat tabrakan antara KRL Commuter Line dan Kereta Jarak Jauh tersebut.
Selain korban meninggal, tercatat sebanyak 84 orang mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan medis di berbagai fasilitas kesehatan di wilayah Bekasi dan sekitarnya.
Proses Identifikasi 10 Jenazah
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengungkapkan bahwa saat ini masih ada 10 jenazah yang belum diketahui identitasnya.
Seluruh jenazah tersebut kini berada di RS Polri Kramat Jati untuk menjalani proses identifikasi oleh tim gabungan.
Baca Juga: Daftar 19 Perjalanan KA yang Dibatalkan Imbas Insiden Bekasi: Ada Madiun Jaya Tujuan Pasar Senen
Pihak kepolisian mengimbau bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau kerabat pasca-insiden Senin malam tersebut untuk segera mendatangi RS Polri Kramat Jati.
Langkah ini sangat diperlukan guna membantu pencocokan data serta mempercepat proses pengembalian jenazah kepada keluarga.
Kronologi dan Penanganan Lokasi
Insiden maut ini diduga bermula ketika sebuah kendaraan terjebak di perlintasan rel sekitar Stasiun Bekasi Timur.
Kereta api yang melaju pada saat bersamaan tidak dapat menghindari benturan, yang kemudian memicu kecelakaan beruntun antara rangkaian kereta.
Polda Metro Jaya bersama instansi terkait masih terus mengamankan lokasi kejadian guna mendukung proses evakuasi dan pemulihan jalur agar operasional transportasi dapat segera kembali normal dengan aman. (naz)
Editor : Mizan Ahsani