Jawa Pos Radar Madiun – Insiden kecelakaan maut di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam menjadi sorotan publik.
Peristiwa ini melibatkan satu unit taksi listrik Green SM, rangkaian KRL, dan KA Argo Bromo Anggrek.
Dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial, mobil listrik VinFast VF e34 milik Green SM terlihat berhenti di tengah rel. Kendaraan diduga mengalami gangguan hingga tidak bisa bergerak.
Kondisi tersebut memicu rangkaian kejadian beruntun. KRL yang melintas harus melakukan pengereman mendadak hingga akhirnya tertemper, lalu disusul tabrakan dari belakang oleh kereta jarak jauh.
Kenapa Mobil Bisa Mogok di Rel Kereta?
Kejadian mobil mogok di perlintasan rel bukan hal baru. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan mesin kendaraan mati mendadak di lokasi tersebut.
1. Gangguan Medan Elektromagnetik
Kereta api, terutama dengan sistem dinamo besar, dapat menghasilkan medan elektromagnetik yang kuat.
Medan ini berpotensi mengganggu sistem kelistrikan kendaraan, termasuk komponen penting seperti ECU (Engine Control Unit), koil, dan dinamo. Akibatnya, sistem pengapian bisa terganggu dan mesin mati.
2. Kontur Rel yang Tidak Rata
Permukaan rel yang tidak rata memaksa kendaraan melambat.
Jika kondisi mobil tidak prima, seperti aki lemah atau bahan bakar minim, risiko mesin mati akan meningkat saat melintasi area tersebut.
Baca Juga: VinFast Investigasi Taksi Listrik Green SM yang Terlibat Kecelakaan dengan Dua Kereta di Bekasi Timur
3. Faktor Pengemudi
Kepanikan juga menjadi faktor penting.
Pengemudi yang panik saat mendengar sirene kereta bisa salah mengoperasikan kendaraan, misalnya menggunakan gigi tinggi di kecepatan rendah atau melepas kopling secara tidak tepat, yang menyebabkan mesin mati.
Risiko Lebih Tinggi pada Mobil Modern
Mobil modern, termasuk kendaraan listrik, sangat bergantung pada sistem elektronik.
Ketika terjadi gangguan pada sistem tersebut, kendaraan bisa kehilangan tenaga secara tiba-tiba. Hal ini membuat potensi mogok di kondisi ekstrem seperti perlintasan rel menjadi lebih berisiko jika tidak diantisipasi.
Tips Aman Melintasi Rel Kereta
Agar kejadian serupa tidak terulang, pengemudi perlu memperhatikan beberapa hal berikut:
- Turunkan kecepatan sebelum melintasi rel
- Gunakan gigi rendah saat melewati rel
- Jangan berhenti di atas rel
- Pastikan jarak aman dan tidak mengekor kendaraan lain
Langkah sederhana ini dapat mengurangi risiko kendaraan mogok di area berbahaya.
Insiden Green SM di Bekasi Timur menjadi pengingat bahwa perlintasan rel kereta memiliki risiko tinggi.
Faktor teknis seperti gangguan elektromagnetik, kondisi jalan, hingga kesalahan pengemudi bisa menjadi penyebab kendaraan mogok.
Kewaspadaan dan pemahaman terhadap kondisi sekitar menjadi kunci utama untuk menghindari kecelakaan fatal di perlintasan kereta. (dce)
Editor : Dony Christiandi