Jawa Pos Radar Madiun - Kementerian Sosial (Kemensos) terus melakukan terobosan nyata untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia.
Ke depannya, penerima bantuan sosial (bansos) seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako tidak hanya sekadar duduk manis menerima bantuan, melainkan didorong untuk mandiri secara ekonomi dengan bergabung ke dalam Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Langkah strategis ini diwujudkan melalui sinergi kuat antara Kemensos dengan PT Agrinas Pangan Nusantara.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menjelaskan, kolaborasi ini merupakan tindak lanjut langsung dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 yang mengamanatkan pelibatan penerima manfaat bansos dalam aktivitas ekonomi produktif tingkat desa.
"Ini momentum bagi kita, bagaimana masyarakat desa lebih berdaya, uangnya berputar di desa, dan mendapatkan harga yang terbaik. Intinya bagaimana koperasi menjadi bagian dari program pemberdayaan sosial sebagaimana diharapkan Bapak Presiden Prabowo," ujar Gus Ipul saat berkunjung ke Kantor Agrinas Pangan Nusantara, Jakarta Timur, Selasa (28/4/2026).
Baca Juga: Puting Beliung Hantam Gemarang Madiun, Ratusan Rumah Rusak
Ciptakan Lapangan Kerja Masif di Desa
Melalui keanggotaan di KDKMP, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan dilibatkan langsung sebagai pekerja maupun pengelola.
Skema ini diyakini mampu membuka keran lapangan kerja baru secara masif (massive job creation) berbasis desa.
Hitung-hitungan kasarnya sangat menjanjikan. Gus Ipul memproyeksikan, jika satu KDKMP mampu menyerap 17 tenaga kerja, maka 10 ribu koperasi akan langsung menyerap 170 ribu tenaga kerja dari kalangan masyarakat miskin.
"Itu kalau 10 ribu, padahal target ini akan mencapai 50 ribu hingga 80 ribu koperasi. Istimewa banget, tinggal mengalikan saja. Ini luar biasa," tambahnya dengan antusias.
Baca Juga: Pelebaran Jalan Sukomoro Magetan Tertahan, Terkendala Lahan dan Kewenangan
Bebas Iuran, Murni Fasilitas Negara
Kabar paling melegakan bagi para penerima bansos adalah keikutsertaan dalam koperasi ini tidak memungut biaya sepeser pun.
Hal ini ditegaskan langsung oleh Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa. Ia menjamin KDKMP dibangun murni oleh negara demi meningkatkan kesejahteraan rakyat kecil.
"Seluruh warga negara tidak perlu membayar iuran dan tidak perlu membuat simpan-pinjam yang harus dipotong setiap bulannya. Negara yang menyediakan dan menyuplai, rakyat tinggal mengelola bersama-sama dengan Agrinas," tegas Joao.
Didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dan jajaran direksi Agrinas, Gus Ipul juga menyempatkan diri meninjau ruang Command Center Pembangunan KDKMP.
Fasilitas ini disiapkan untuk memantau progres pembangunan dan perputaran ekonomi KDKMP di seluruh pelosok negeri secara real-time.
Melalui terobosan ini, bansos diproyeksikan tak lagi menjadi sekadar "ikan", melainkan "kail" yang menjembatani kemandirian ekonomi, sehingga warga rentan bisa segera melakukan graduasi (lulus) dari ketergantungan bantuan sosial.(*)
Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura