Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Update Penanganan Tragedi Bekasi Timur: 19 Orang Masih Dirawat, Ketahui Syarat dan Tahapan Ganti Biaya Tiket

Mizan Ahsani • Senin, 4 Mei 2026 | 07:23 WIB
Sejumlah perjalanan kereta api di wilayah Daop 7 Madiun sempat dibatalkan sehari usai insiden tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) lalu. (KAI DAOP 7 MADIUN)
Sejumlah perjalanan kereta api di wilayah Daop 7 Madiun sempat dibatalkan sehari usai insiden tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) lalu. (KAI DAOP 7 MADIUN)

Jawa Pos Radar Madiun - PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus tancap gas melakukan pemulihan pascainsiden di Stasiun Bekasi Timur.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menegaskan perusahaannya saat ini berfokus pada sejumlah hal.

Di antaranya memastikan proses pemulihan berjalan optimal, memberikan pendampingan penuh kepada pelanggan dan keluarga terdampak, serta memperkuat aspek keselamatan operasional ke depan.

"Saat ini fokus kami adalah memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik, mendampingi pelanggan dan keluarga, serta menjaga keselamatan," ujar Bobby, Minggu (3/5).

"Kami akan terus hadir dalam setiap proses yang dijalani," sambungnya.

Bobby meninjau langsung operasional perjalanan kereta api dari Stasiun Manggarai hingga Stasiun Bekasi Timur.

Kunjungan ini mencakup evaluasi layanan Commuter Line dan kereta api jarak jauh untuk memastikan perjalanan aman menjelang awal pekan.

Di Bekasi Timur, Bobby juga menyempatkan diri mengunjungi Posko Informasi yang menjadi pusat pendampingan bagi pelanggan dan keluarga.

Baca Juga: Menkeu Dirumorkan Sakit dan Harus Jalani Perawatan Medis, Kemenkeu Pastikan Purbaya Yudhi Sadewa Sehat

Kondisi Pelanggan dan Mekanisme Klaim

Sebagai bentuk tanggung jawab, KAI terus memantau kondisi pelanggan secara berkala.

Per Minggu (3/5) pukul 07.00 WIB, tercatat 81 pelanggan yang sebelumnya dirawat telah diperbolehkan pulang, sementara 19 pelanggan lainnya masih dalam penanganan lanjutan di rumah sakit.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menambahkan bahwa pendampingan tidak hanya berhenti di rumah sakit.

"Kami terus memantau kondisi pelanggan yang masih dirawat serta memastikan kebutuhan penanganan terpenuhi. Bagi yang sudah pulang, pendampingan tetap kami lanjutkan sesuai kebutuhan," jelas Anne.

Bagi pelanggan yang telah melakukan pengobatan secara mandiri, KAI menyediakan mekanisme reimbursement (penggantian biaya).

Pelanggan cukup menyiapkan alat pembayaran data perjalanan, identitas diri, kuitansi/rincian biaya pengobatan, resume medis, dan salinan rekening.

"Proses klaim berlangsung paling lambat 21 hari kerja setelah dokumen dinyatakan lengkap. Pelanggan akan dihubungi kembali oleh pihak terkait bersama KAI," tambahnya.

Selain dukungan medis, KAI juga menyediakan layanan trauma healing melalui Posko Informasi atau call center di 0812-9660-5747.

Di sisi operasional, tren perbaikan terus ditunjukkan. Ketepatan waktu perjalanan menunjukkan normalisasi yang konsisten dalam beberapa hari terakhir.

Untuk KA Jarak Jauh, operasional telah berjalan normal dengan 32 perjalanan dari Pasarsenen dan 36 perjalanan dari Gambir setiap harinya.

Sejak beroperasi kembali pada 28 April hingga 2 Mei 2026, volume pengguna Commuter Line lintas Cikarang telah mencapai 574.644 pelanggan.

"Kami memahami setiap perjalanan memiliki arti bagi pelanggan. Kami akan terus hadir mendampingi dan menjaga keandalan operasional ke depan," tutup Anne. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#bekasi timur #penggantian biaya #korban #PT KAI #tabrakan kereta