Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Tunjukkan Komitmen Kuat Lindungi Hutan, Perhutani Tanam 357 Juta Bibit Pohon

Rimba Febriani • Selasa, 5 Mei 2026 | 11:52 WIB
Perhutani gencar melakukan penanaman bibit pohon.
Perhutani gencar melakukan penanaman bibit pohon.

Jawa Pos Radar Madiun - Di lereng-lereng hutan yang dulu gersang dan rawan bencana, kini perlahan berubah menjadi ruang hidup yang kembali hijau.

Bibit-bibit pohon ditanam dengan harapan besar, bukan hanya untuk memperbaiki lanskap alam, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem dan kehidupan manusia di sekitarnya.

Dari langkah kecil itu, terbentuk upaya besar yang terus dijalankan secara konsisten.

Komitmen Besar Perhutani Jaga Kelestarian Hutan

Perum Perhutani menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian hutan melalui program berkelanjutan yang terintegrasi.

Sebagai pengelola kawasan hutan di Pulau Jawa dan Madura, Perhutani menerapkan pengelolaan yang terstruktur, termasuk memetakan potensi bencana untuk mengurangi risiko kerusakan lingkungan.

Upaya yang dilakukan tidak hanya terbatas pada penanaman pohon, tetapi juga mencakup rehabilitasi lahan kritis dan pengembangan tanaman kehutanan yang memiliki nilai ekologis sekaligus ekonomis.

Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memastikan hutan tetap berfungsi sebagai penyangga kehidupan.

Direktur Utama Perum Perhutani, Tio Handoko, menegaskan pentingnya pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

“Kami tidak hanya menanam pohon, tetapi memastikan ekosistem hutan dapat berfungsi optimal sebagai penyangga kehidupan. Penyelamatan lahan kritis menjadi pengingat bahwa menjaga kelestarian hutan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga: Wabah Hantavirus Renggut 3 Nyawa di Kapal Pesiar, Kenali Bahaya dan Gejala Virus 'Kencing Tikus'

357 Juta Bibit Pohon dan Upaya Penghijauan Masif

Dalam kurun waktu 2020 hingga 2025, Perhutani telah menanam lebih dari 357 juta bibit pohon.

Penanaman tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan keseimbangan antara kebutuhan lingkungan dan potensi ekonomi, sehingga hasilnya dapat dirasakan secara luas.

Jenis tanaman yang dikembangkan beragam, mulai dari tanaman cepat tumbuh hingga tanaman jangka menengah yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Selain itu, penghijauan juga dilakukan di lahan seluas lebih dari 200 ribu hektare di Pulau Jawa sejak 2020. 

Program ini difokuskan pada perlindungan daerah aliran sungai, pemulihan lahan kritis, serta peningkatan kualitas lingkungan dan keanekaragaman hayati.

Rehabilitasi Kawasan dan Mitigasi Bencana

Perhutani juga menjalankan program rehabilitasi hutan dengan berbagai pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi lapangan.

Program ini mencakup pengelolaan kawasan lindung hingga wilayah dengan nilai konservasi tinggi, sekaligus melibatkan masyarakat sebagai bagian dari solusi.

Memasuki 2026, perhatian diarahkan pada pemulihan kawasan terdampak bencana, salah satunya di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Rehabilitasi dilakukan secara bertahap di lahan seluas 6,5 hektare dengan melibatkan berbagai pihak. Hingga April 2026, penanaman telah dilakukan sebanyak lima kali dengan total sekitar 2.500 bibit pohon.

Kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, akademisi, dan komunitas lingkungan.

Upaya serupa juga dilakukan di lereng Gunung Slamet melalui penanaman puluhan ribu bibit pohon untuk memperkuat fungsi kawasan sebagai daerah tangkapan air serta mengurangi risiko erosi dan longsor.

Selain fokus pada pelestarian lingkungan, Perhutani juga mengintegrasikan program pemberdayaan masyarakat melalui skema agroforestry.

Dalam program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk memanfaatkan lahan hutan secara produktif tanpa merusak ekosistem.

Hingga kini, lebih dari 503 ribu petani hutan telah terlibat dalam kemitraan ini dengan berbagai komoditas seperti padi, jagung, dan kopi. Pendekatan ini tidak hanya menjaga keberlanjutan hutan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat desa yang tinggal di sekitar kawasan hutan.

Tio Handoko menegaskan bahwa setiap penanaman pohon memiliki makna yang lebih luas dari sekadar penghijauan.

“Bagi kami, setiap bibit yang tumbuh adalah harapan bagi masa depan Indonesia. Perhutani hadir untuk memastikan bahwa dari hutan, kita tidak hanya mendapatkan oksigen, tetapi juga kemandirian ekonomi yang berkelanjutan,” tambahnya. (*)

Editor : Mizan Ahsani
#lindungi hutan #kelestarian alam #Perhutani #penanaman pohon produktif