Jawa Pos Radar Madiun - Suasana liburan yang seharusnya tenang berubah mencekam ketika rombongan wisatawan asal Surabaya tiba di Pantai Wediawu, Malang.
Di tengah gelapnya dini hari pada Selasa (5/5), ketegangan pecah.
Kendaraan yang mereka gunakan mendadak menjadi sasaran amukan sekelompok orang tak dikenal. Kaca pecah, bodi rusak, dan kepanikan tak terhindarkan.
Polres Malang kini tengah mendalami kasus dugaan perusakan enam unit kendaraan milik wisatawan tersebut.
Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinanjar menyampaikan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung. Polisi belum menyimpulkan kronologi utuh karena masih mengumpulkan berbagai keterangan.
"Peristiwa ini masih dalam tahap penyelidikan. Kami masih mengumpulkan keterangan saksi dan (melengkapi) alat bukti untuk memastikan kronologi secara utuh," kata Bambang.
Begitu laporan diterima, aparat langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk mengamankan situasi.
Selain menjaga kondisi tetap kondusif, petugas juga mengumpulkan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan pelaku.
Baca Juga: Warga Madiun Sabar Dulu, Perbaikan Jalan Terganjal Harga BBM Nonsubsidi
Barang bukti yang diamankan antara lain balok kayu, batu, dan sejumlah botol minuman keras.
Polisi juga berupaya mengidentifikasi jumlah pelaku serta motif di balik aksi tersebut.
Hingga kini, identitas pelaku masih dalam penelusuran.
Tidak hanya merusak kendaraan, insiden ini juga menyebabkan korban luka. Enam orang wisatawan dilaporkan mengalami cedera akibat kejadian tersebut.
Untuk memastikan keselamatan para korban, pihak kepolisian memberikan pengawalan khusus kepada rombongan wisatawan setelah insiden terjadi.
Kasus ini dengan cepat menyebar di media sosial. Video amatir yang diunggah di sejumlah akun Instagram memperlihatkan kondisi kendaraan yang rusak cukup parah.
Baca Juga: Arsenal di Ujung Sejarah, Generasi Muda Siap Rebut Trofi Liga Champions
Kaca depan, samping, hingga belakang terlihat retak bahkan pecah. Salah satu kendaraan juga menjadi sasaran vandalisme yang memperparah situasi.
Di sisi lain, muncul berbagai narasi di media sosial yang menyebutkan adanya dugaan pemicu sebelum kejadian.
Sejumlah akun mengungkap potongan video yang menunjukkan aktivitas rombongan wisatawan yang jadi korban perusakan.
Disebutkan bahwa mereka sempat menyanyikan lagu yang dianggap provokatif oleh pihak tertentu.
Namun, informasi tersebut masih belum terverifikasi secara resmi dan menjadi bagian yang turut didalami oleh pihak kepolisian.
Polres Malang menegaskan bahwa proses penanganan kasus ini dilakukan secara profesional sesuai prosedur yang berlaku. Masyarakat diminta tidak terpancing oleh berbagai informasi yang belum jelas kebenarannya.
"Percayakan penanganan sepenuhnya kepada pihak kepolisian," ujar dia.
Hingga saat ini, polisi terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik insiden tersebut. (naz)
Editor : Mizan Ahsani