Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Profil Grace Natalie, Pendiri PSI yang Kini Terseret Kasus Penghasutan Bersama Abu Janda dan Ade Armando

Mizan Ahsani • Rabu, 6 Mei 2026 | 12:31 WIB
Politisi PSI Grace Natalie. (JAWA POS)
Politisi PSI Grace Natalie. (JAWA POS)

Jawa Pos Radar Madiun - Perjalanan Grace Natalie Louisa menggambarkan transformasi karier yang tidak biasa.

Dari ruang redaksi televisi yang penuh tekanan, ia melangkah ke panggung politik nasional, hingga kini menempati posisi strategis sebagai Sekretaris Dewan Pembina PSI serta Komisaris Independen MIND ID.

Grace Natalie lahir pada 4 Juli 1982.

Ia menempuh pendidikan menengah di SMAK 3 BPK Penabur Jakarta, sebelum melanjutkan studi akuntansi di Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie.

Selama masa kuliah, ia tidak hanya fokus pada akademik. Ia aktif menjadi asisten dosen dan juga terlibat dalam kegiatan keagamaan sebagai guru sekolah minggu.

Ketertarikannya pada dunia media mulai tumbuh ketika mengikuti kompetisi SCTV Goes to Campus yang membuka jalan menuju dunia jurnalistik.

Dalam ajang tersebut, ia berhasil menjadi pemenang di tingkat Jakarta dan masuk lima besar nasional. Dari sinilah pintu karier televisi mulai terbuka.

Karier di Dunia Jurnalistik

Setelah lulus, Grace direkrut oleh SCTV dan menjadi bagian dari program Liputan 6. Ia banyak turun langsung ke lapangan meliput berbagai peristiwa, mulai dari kriminal, politik, ekonomi, hingga isu sosial.

Memulai karier di SCTV sebagai jurnalis lapangan, ia lalu pindah ke ANTV setelah beberapa tahun.

Selanjutnya, Grace cempat bergabung dengan tvOne mengikuti Karni Ilyas.

Di tvOne, ia dikenal sebagai penyiar tetap Kabar Pasar dan juga sering tampil di program seperti Kabar Petang, Apa Kabar Indonesia, dan Kabar Terkini.

Selain bekerja di studio, ia juga terlibat dalam liputan berisiko tinggi seperti tsunami Aceh, konflik Poso, hingga penggerebekan teroris di Temanggung.

Grace juga pernah mewawancarai tokoh internasional seperti Abhisit Vejjajiva, José Ramos-Horta, Steve Forbes, dan George Soros.

Di dunia media, Grace mendapatkan sejumlah pengakuan publik. Ia pernah dinobatkan sebagai Anchor of the Year 2008 dan Runner Up Jewel of the Station 2009 versi blog News Anchor Admirer.

Baca Juga: Grace Natalie, Ade Armando, dan Abu Janda Resmi Dipolisikan Buntut Video Ceramah JK

Peralihan Karier ke Dunia Politik

Pada 2012, Grace meninggalkan dunia jurnalistik dan menjabat sebagai CEO Saiful Mujani Research and Consulting. Dua tahun kemudian, ia masuk ke dunia politik dan ikut mendirikan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Ia kemudian dipercaya menjadi ketua umum pertama PSI pada periode 2014 hingga 2021. Saat ini, ia menjabat sebagai Komisaris Independen MIND ID serta pernah menjadi Staf Khusus Presiden Joko Widodo.

Di luar karier profesionalnya, Grace Natalie menikah dengan Kevin Osmond pada tahun 2011. Dari pernikahan tersebut, ia dikaruniai dua orang anak.

Grace ikut terseret kasus penghasutan dan ujaran kebencian melalui konten yang diunggah bersama Abu Janda dan Ade Armando.

Video ketiganya memuat cuplikan rekaman pidato Jusuf Kalla saat menjelaskan terkait konflik di Poso dan Ambon sebagai refleksi atau pelajaran terkait pentingnya menjaga kerukunan umat beragama.

Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali menegaskan bahwa partai tidak akan memberikan bantuan hukum kepada Grace Natalie terkait laporan dugaan penghasutan dan ujaran kebencian di Bareskrim Polri.

Ia menekankan bahwa tindakan yang dipersoalkan merupakan urusan pribadi dan tidak terkait dengan aktivitas partai.

Dari dunia jurnalistik, politik, hingga posisi di perusahaan negara, perjalanan Grace Natalie menunjukkan dinamika karier yang panjang dan beragam.

Namanya tetap menjadi salah satu figur publik yang kerap menarik perhatian di berbagai sektor. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#ade armando #grace natalie #jusuf kalla #profil #abu janda