Jawa Pos Radar Madiun - Program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang digagas untuk memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan justru diwarnai keluhan dari para peserta seleksi. Di tengah tingginya antusiasme masyarakat, muncul sejumlah laporan yang mempertanyakan keandalan sistem ujian yang digunakan.
Sejak dibuka, seleksi Kopdes Merah Putih menarik perhatian ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Program ini dianggap sebagai peluang besar, tidak hanya untuk mendapatkan pekerjaan, tetapi juga berkontribusi langsung dalam pembangunan ekonomi desa.
Harapan tinggi pun mengiringi langkah para peserta yang mengikuti setiap tahapan seleksi.
Keluhan Muncul dari Peserta
Namun, di balik semangat tersebut, sejumlah peserta mulai membagikan pengalaman yang kurang menyenangkan. Salah satunya diungkap melalui media sosial, ketika seorang peserta menceritakan pengalamannya usai mengikuti tes kompetensi.
Awalnya, ia hanya berbagi cerita santai. Namun, ceritanya berubah menjadi ungkapan kegelisahan terkait sistem ujian yang dianggap bermasalah.
“Baru saja selesai tes kompetensi Koperasi Desa,” ungkapnya dalam sebuah unggahan yang kemudian viral.
Diduga Ada Bug, Jawaban Berubah Sendiri
Peserta tersebut mengaku menemukan kejanggalan saat mengerjakan soal. Ia menyebut jawaban yang sudah dipilih dan disimpan tiba-tiba berubah saat kembali dicek.
Menurut pengakuannya, kursor pada sistem seolah berpindah dan mengganti pilihan jawaban tanpa intervensi pengguna. Hal ini tentu menimbulkan kekhawatiran besar, terutama terkait akurasi penilaian hasil ujian.
Keluhan ini memicu reaksi dari peserta lain yang mengaku mengalami hal serupa, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang transparansi dan kesiapan sistem.
Kepercayaan terhadap Sistem Dipertanyakan
Masalah ini bukan sekadar soal teknis, melainkan menyangkut kepercayaan terhadap proses seleksi. Bagi banyak peserta, sistem yang tidak stabil dapat merugikan dan mengurangi peluang mereka untuk lolos secara adil.
Baca Juga: Megawati Hangestri Berpeluang Gabung Hyundai Hillstate, Pelatih V-League Beri Sinyal Positif
Jika benar terjadi kesalahan sistem, maka evaluasi menyeluruh terhadap platform ujian menjadi hal yang mendesak untuk dilakukan.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak penyelenggara terkait keluhan tersebut. Para peserta berharap ada klarifikasi sekaligus solusi agar proses seleksi berjalan transparan dan adil.
Program Kopdes Merah Putih membawa harapan besar bagi masyarakat desa. Namun, agar tujuan tersebut tercapai, sistem seleksi yang digunakan harus dapat dipercaya dan bebas dari kendala teknis.
Kasus dugaan error pada website ujian ini menjadi pengingat penting bahwa teknologi yang digunakan dalam proses seleksi harus benar-benar siap dan teruji, demi menjaga keadilan bagi seluruh peserta.
Editor : Nur Wachid