Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Daftar Sekolah Tujuan Relokasi Santri Ponpes Ndolo Kusumo Pati, Semua Dipindah usai Aksi Cabul Pengasuh Terbongkar

Mizan Ahsani • Kamis, 7 Mei 2026 | 08:45 WIB
Ponpes Ndolo Kusumo, Pati, ditutup. (KEMENAG)
Ponpes Ndolo Kusumo, Pati, ditutup. (KEMENAG)

Jawa Pos Radar Madiun - Kasus dugaan kekerasan seksual di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, memicu langkah cepat dari Kementerian Agama. 

Demi memastikan masa depan pendidikan para santri tetap berjalan, pemerintah memutuskan memindahkan seluruh santri ke sejumlah lembaga pendidikan lain di wilayah Pati.

Langkah tersebut dilakukan setelah muncul dugaan tindak kekerasan seksual yang menyeret pendiri pesantren tersebut.

Pemerintah kini fokus memastikan para santri tetap mendapatkan hak pendidikan dan lingkungan belajar yang aman.

Direktur Pesantren Kementerian Agama Basnang Said menegaskan keberlanjutan pendidikan santri menjadi prioritas utama dalam penanganan kasus tersebut.

“Pendidikan santri Ndolo Kusumo harus berlanjut, ini yang menjadi fokus Kementerian Agama. Kita akan pindahkan para santri agar bisa melanjutkan sekolah di lembaga pendidikan yang ada di Kabupaten Pati,” ucap Basnang.

Santri Sudah Dipulangkan ke Rumah

Kementerian Agama sebelumnya telah menghentikan proses penerimaan santri baru di Ponpes Ndolo Kusumo. Kebijakan itu menjadi bagian dari langkah penanganan awal sebelum proses relokasi dilakukan.

“Ini merupakan langkah lanjutan setelah kita menghentikan proses pendaftaran santri baru di Pesantren Ndolo Kusumo,” ucapnya.

Selain itu, seluruh santri yang tinggal di asrama pesantren juga telah dipulangkan ke rumah masing-masing sejak awal Mei.

“Seluruh santri Ndolo Kusumo yang mukim di pesantren, sudah dipulangkan ke rumah masing-masing pada 2 dan 3 Mei 2026,” kata Basnang.

Tidak hanya santri, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan juga akan dipindahkan ke sekolah maupun madrasah binaan pemerintah di Kabupaten Pati.

Langkah ini dilakukan agar proses belajar mengajar tetap berjalan normal.

“Khusus Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Kemenag juga akan memproses kepindahan mereka. Diantaranya ke madrasah atau sekolah binaan Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan Kab. Pati,” ujar Basnang.

Baca Juga: Akhirnya Ditangkap! Pendiri Ponpes Ndolo Kusumo Pati yang Cabuli 50 Santriwati Sempat Kabur ke Luar Kota

Izin Operasional Ponpes Dicabut

Sebagai bagian dari penanganan kasus, Kementerian Agama memastikan akan mencabut izin operasional Pondok Pesantren Ndolo Kusumo.

“Sejalan dengan proses afirmasi terhadap para santri, Kemenag juga akan mencabut tanda daftar (Ijop) Pesantren Ndolo Kusumo,” katanya.

Data Kemenag menunjukkan jumlah santri di pesantren tersebut mencapai 252 orang. Para santri berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai Raudlatul Athfal, Madrasah Ibtidaiyah, SMP hingga Madrasah Aliyah.

Daftar Sekolah Tujuan Santri

Kementerian Agama telah mengidentifikasi sejumlah sekolah, madrasah, dan pesantren yang akan menjadi lokasi baru bagi para santri untuk melanjutkan pendidikan.

Berikut enam lembaga pendidikan yang disiapkan:

Tingkat MI

Tingkat SMP dan MA

Pemerintah berharap relokasi tersebut dapat membantu para santri kembali fokus menjalani pendidikan di lingkungan yang aman dan kondusif.

Di sisi lain, proses hukum terkait dugaan kekerasan seksual di Ponpes Ndolo Kusumo masih terus berjalan. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#ponpes ndolo kusumo #pati #kementerian agama #pencabulan