Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Viral Harga Asli Pertalite Rp16 Ribu, Ini Penjelasan Resmi Pertamina

Mizan Ahsani • Jumat, 8 Mei 2026 | 13:24 WIB
Ilustrasi Pom Bensin Pertamina (mediaperbankan.com)
Ilustrasi Pom Bensin Pertamina (mediaperbankan.com)

Jawa Pos Radar Madiun - Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang menampilkan struk pembelian bahan bakar minyak jenis Pertalite.

Dalam struk tersebut tertera rincian harga asli Pertalite yang mencapai lebih dari enam belas ribu rupiah per liternya.

Angka ini sontak memicu perdebatan publik karena dinilai jauh lebih mahal dibandingkan dengan harga jual Pertamax yang berstatus sebagai bahan bakar non-subsidi.

Agar tidak menimbulkan kebingungan yang berkepanjangan, berikut adalah penjelasan resmi dari pihak Pertamina terkait polemik harga bahan bakar tersebut.

Rincian Harga di Struk Pembelian

Berdasarkan struk yang viral tersebut, harga dasar Pertalite sebenarnya berada di angka Rp16.088 per liter.

Namun karena adanya subsidi dari pemerintah sebesar Rp6.088 per liter, masyarakat hanya perlu membayar dengan harga jual Rp10.000 per liter.

Baca Juga: Cair Mei 2026, Kemensos Tetapkan 475 Ribu Penerima Baru Bansos PKH dan BPNT

Memicu Tanda Tanya di Kalangan Publik

Harga asli Pertalite tersebut memicu banyak pertanyaan karena dianggap tidak masuk akal jika dibandingkan dengan Pertamax.

Masyarakat mengetahui bahwa Pertamax yang memiliki nilai oktan 92 dijual dengan harga Rp12.300 per liter di wilayah Jabodetabek.

Publik pun mempertanyakan mengapa bahan bakar dengan kualitas oktan 90 justru memiliki nilai keekonomian yang lebih tinggi.

Klarifikasi Resmi dari Pihak Pertamina

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, langsung memberikan klarifikasi terkait perbedaan nilai keekonomian tersebut.

Roberth menjelaskan bahwa Pertamax sebenarnya tergolong sebagai bahan bakar umum yang harganya mengikuti fluktuasi pasar global.

Namun, Pertamina bersama pemerintah sengaja menahan harga Pertamax agar tidak naik sejak awal April 2026 demi menjaga stabilitas kondisi dalam negeri.

Harga Asli Pertamax Jauh Lebih Mahal

Jika merujuk pada nilai keekonomian yang sesungguhnya di pasar global, harga asli Pertamax dipastikan jauh melampaui harga asli Pertalite.

Roberth memberikan perbandingan dengan harga Pertamax Turbo yang saat ini sudah melonjak tajam hingga menyentuh angka Rp19.900 per liter.

Hal ini menjadi bukti bahwa ada intervensi besar dari pemerintah untuk menahan harga Pertamax agar tetap terjangkau bagi masyarakat kelas menengah.

Fokus Subsidi untuk Menjaga Daya Beli

Kebijakan pemberian subsidi bahan bakar yang difokuskan pada jenis Pertalite sudah melalui serangkaian kajian mendalam oleh pemerintah.

Pertalite dipilih sebagai prioritas karena merupakan jenis bahan bakar khusus penugasan yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat luas di Indonesia.

Tujuan utama pemberian subsidi ini adalah untuk menjaga daya beli masyarakat agar roda perekonomian nasional dapat terus berputar di tengah tekanan global.

Rincian Harga Terbaru per Mei 2026

Hingga pertengahan bulan ini, harga resmi Pertalite di seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum dipastikan masih tetap stabil di angka Rp10.000 per liter.

Sementara itu, untuk jenis Pertamax dipatok seharga Rp12.300 per liter dan Pertamax Green 95 dijual dengan harga Rp12.900 per liter.

Sedangkan untuk jenis bahan bakar diesel, Dexlite dijual dengan harga Rp26.000 per liter dan Pertamina Dex dibanderol seharga Rp27.900 per liter.

Baca Juga: Tok! Tiga Eks Petinggi Bank BJB Divonis Bebas di Kasus Korupsi Sritex, OC Kaligis Sebut Penuh Rekayasa

Kesimpulannya, perbandingan harga antara Pertalite dan Pertamax saat ini tidak bisa dijadikan patokan baku karena keduanya sama-sama mendapatkan intervensi dari pemerintah.

Masyarakat diimbau untuk tidak mudah terpancing oleh narasi liar di media sosial yang belum dipastikan kebenarannya secara utuh.

Langkah pemerintah menahan lonjakan harga ini patut diapresiasi sebagai upaya nyata dalam melindungi stabilitas ekonomi masyarakat dari imbas konflik global. (*)

*Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura

Editor : Mizan Ahsani
#SubsidiBBM #PertaminaPatraNiaga #HargaBBM2026 #Pertalite #Pertamax