Jawa Pos Radar Madiun - Warga DKI Jakarta dan sekitarnya harus ekstra waspada menghadapi sengatan matahari pada pertengahan Mei 2026 ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa suhu udara di ibu kota telah menembus rekor tertinggi untuk bulan Mei, dengan suhu maksimum mencapai 36,5 hingga 37 derajat Celsius di beberapa titik pengamatan.
Fenomena "heatwave" atau gelombang panas yang kini seolah menjadi tamu rutin tahunan ini memicu peningkatan Indeks Ultraviolet (UV) ke level ekstrem (skala 11+). Tidak hanya Jakarta, kota-kota besar lain seperti Surabaya dan Semarang juga terpantau mengalami kondisi serupa. Berkurangnya tutupan awan di masa peralihan menuju kemarau menyebabkan radiasi matahari langsung menghujam permukaan bumi tanpa penghalang.
Baca Juga: Waspada Cuaca Panas Terik, Kenali Pemicu Sakit Kepala dan Solusinya
Menghadapi cuaca yang kian terik, kebutuhan akan pendingin ruangan (AC) dan penjernih udara (air purifier) meningkat drastis. Namun, penggunaan yang tidak bijak seringkali berujung pada membengkaknya tagihan listrik. Berikut adalah panduan praktis agar tetap sejuk dan sehat tanpa menguras kantong:
Efisiensi AC: Sejuk Tanpa Boros Listrik
-
Atur Suhu Ideal: Hindari menyetel AC pada suhu ekstrem seperti 16-18°C. BMKG dan pakar energi menyarankan suhu 24–26°C. Angka ini adalah titik keseimbangan antara kenyamanan tubuh dan efisiensi kerja kompresor.
-
Gunakan Fitur Timer: Manfaatkan timer agar AC mati otomatis pada dini hari saat suhu lingkungan mulai menurun secara alami.
-
Pembersihan Rutin: Filter yang berdebu memaksa AC bekerja 15 persen lebih berat. Pastikan filter dibersihkan secara mandiri setiap dua minggu sekali untuk menjaga aliran udara tetap lancar.
-
Tutup Rapat Ruangan: Pastikan tidak ada celah udara di bawah pintu atau jendela agar udara dingin tidak terbuang sia-sia.
Optimasi Air Purifier Saat Cuaca Terik
Penggunaan air purifier sangat penting di tengah polusi udara Jakarta yang sering memburuk saat cuaca panas.
-
Letakkan di Tengah Ruangan: Jangan menaruh unit di pojokan atau terhalang furnitur besar agar sirkulasi udara kotor masuk ke filter secara maksimal.
-
Gunakan Mode Auto: Biarkan sensor bekerja mendeteksi kualitas udara secara real-time. Ini jauh lebih hemat energi dibandingkan menyalakan mode turbo secara terus-menerus.
-
Sinkronisasi dengan AC: Menyalakan air purifier bersamaan dengan AC membantu mendistribusikan udara bersih yang sudah sejuk ke seluruh sudut ruangan dengan lebih cepat.
Baca Juga: Suhu di Indonesia Tembus 37,1 Derajat, BMKG: Mayoritas Wilayah Panas!
Masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas luar ruangan antara pukul 11.00 hingga 15.00 WIB, serta rutin mengonsumsi air putih guna menghindari dehidrasi di tengah anomali cuaca ini. (*)
*Muhammad Almaz Firza Sasongko, mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura.
Editor : Mizan Ahsani