Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Wujudkan Kemandirian Otomotif, Presiden Prabowo Gandeng Para Pakar Demi Produksi Mobil Nasional

Mizan Ahsani • Kamis, 21 Mei 2026 | 14:22 WIB
ilustrasi mobil (https://otomotif.sindonews.com)
ilustrasi mobil (https://otomotif.sindonews.com)

Jawa Pos Radar Madiun – Pemerintah Indonesia semakin mempertegas langkah strategisnya menuju kemandirian industri otomotif nasional. Presiden RI Prabowo Subianto berkomitmen kuat untuk mendorong agar Indonesia tidak lagi sekadar menjadi pasar bagi produk otomotif global. Sebaliknya, tanah air harus mampu memproduksi kendaraan secara mandiri melalui optimalisasi sumber daya manusia (SDM) dan teknologi lokal.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo dalam forum konstitusional tertinggi bersama jajaran legislatif. Tepatnya pada Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026, Rabu (20/5).

Baca Juga: Oppo A6c Hadir dengan Daya Tahan Baterai Super Awet hingga 6 Tahun

Prabowo menjelaskan bahwa Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) akan dikerahkan untuk mempercepat pembiayaan pembangunan. Fokus utamanya mencakup penyediaan investasi dan modal kerja demi akselerasi industrialisasi di dalam negeri.

Visi besar ini menjadi sinyalemen serius bahwa arah kebijakan ekonomi nasional ke depan akan bertumpu pada hilirisasi manufaktur yang komprehensif. Sektor otomotif, yang selama ini menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi, dibidik untuk naik kelas dari yang semula didominasi proses perakitan (assembling) menuju tahap manufaktur penuh berskala domestik.

"Kita harus industrialisasi, kita harus bikin mobil kita sendiri, kita harus bikin motor kita sendiri," ujar Prabowo dengan optimistis.

Sebagai langkah konkret untuk merealisasikan ambisi besar tersebut, pemerintah dilaporkan telah mulai mengonsolidasikan kekuatan akademis serta praktisi teknologi dari berbagai institusi papan atas di dalam negeri. Sinergi ini diharapkan mampu menjembatani celah riset dan pengembangan (research and development) yang selama ini kerap menjadi tantangan terbesar bagi perkembangan industri otomotif lokal.

Baca Juga: Akurasi Detektor Teks AI Dipertanyakan, Risiko bagi Dosen dan Dunia Akademik Meningkat

Keterlibatan aktif para pakar yang didukung oleh sokongan finansial terarah ini diharapkan dapat segera melahirkan ekosistem industri yang kompetitif. Selain itu, langkah ini menjadi jawaban strategis dalam menghadapi tantangan transisi teknologi kendaraan yang kini tengah berkembang pesat di pasar global.

(*)

* Muhammad Almaz Firza Sasongko, mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura.

Editor : Mizan Ahsani
#indonesia pabrik mobil #prabowo #mobil #Otomotif 2026