Jawa Pos Radar Madiun - Gangguan listrik massal terjadi di sejumlah wilayah Sumatera setelah diduga dipicu oleh kabel SUTET putus pada jaringan transmisi listrik tegangan ekstra tinggi. Peristiwa ini menyebabkan pemadaman listrik di beberapa daerah dan sempat mengganggu aktivitas masyarakat.
Foto dan video penampakan kabel transmisi yang putus pun beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut terlihat kabel jaringan listrik berukuran besar mengalami kerusakan pada salah satu jalur transmisi utama.
Kabel SUTET Putus Diduga Jadi Penyebab Blackout
Kabel Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) memiliki peran penting dalam menyalurkan listrik antarwilayah dengan kapasitas besar. Ketika terjadi gangguan pada jalur utama, distribusi listrik bisa terganggu secara luas.
Baca Juga: Heboh Isu Pocong Jadi-Jadian di Kulon Progo, Polisi Pastikan Hoaks dan Minta Warga Tetap Tenang
Insiden kabel putus ini diduga menyebabkan sistem kelistrikan di Sumatera mengalami gangguan hingga berujung pemadaman massal atau blackout di beberapa wilayah.
Sejumlah daerah yang terdampak dilaporkan mengalami listrik padam selama beberapa waktu sebelum proses pemulihan dilakukan secara bertahap.
Aktivitas Warga Sempat Terganggu
Pemadaman listrik massal membuat berbagai aktivitas masyarakat ikut terdampak. Mulai dari:
Gangguan jaringan internet
Lampu lalu lintas tidak berfungsi
Aktivitas perkantoran terganggu
Operasional usaha dan pusat perbelanjaan terhambat
Gangguan layanan elektronik rumah tangga
Beberapa warga juga mengeluhkan gangguan sinyal komunikasi akibat pemadaman yang terjadi secara mendadak.
PLN Lakukan Penanganan dan Pemulihan Sistem
Pihak PLN langsung melakukan penelusuran dan perbaikan setelah menerima laporan gangguan pada jaringan transmisi. Tim teknis diterjunkan ke lokasi untuk memastikan penyebab utama gangguan dan mempercepat pemulihan pasokan listrik.
Proses normalisasi dilakukan bertahap agar sistem kelistrikan kembali stabil dan aman digunakan masyarakat.
PLN juga memastikan investigasi dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti putusnya kabel transmisi tersebut.
Apa Itu Kabel SUTET?
SUTET merupakan singkatan dari Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi, yaitu jaringan transmisi listrik bertegangan sangat tinggi yang digunakan untuk menyalurkan daya listrik antarwilayah dalam jumlah besar.
Jaringan ini menjadi tulang punggung distribusi listrik nasional karena mampu mengalirkan energi listrik jarak jauh secara efisien.
Karena fungsinya sangat vital, gangguan pada jalur SUTET dapat berdampak besar terhadap sistem kelistrikan regional.
Baca Juga: Lirik Lagu “MBG Mas Bahlil Ganteng” Viral di TikTok, Bikin Netizen Ketagihan dan Penuhi FYP
Penyebab Kabel SUTET Bisa Putus
Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan kabel SUTET mengalami kerusakan atau putus, di antaranya:
1. Cuaca Ekstrem
Angin kencang, hujan deras, atau sambaran petir dapat memengaruhi kondisi jaringan transmisi.
2. Gangguan Teknis
Kerusakan komponen atau usia jaringan yang sudah tua bisa memicu gangguan pada kabel transmisi.
3. Faktor Lingkungan
Pohon tumbang atau benda asing yang mengenai jaringan listrik juga berpotensi menyebabkan kerusakan.
4. Beban Sistem
Gangguan pada sistem distribusi listrik bertegangan tinggi dapat memengaruhi stabilitas jaringan.
Pemulihan Listrik Dilakukan Bertahap
Setelah gangguan berhasil diidentifikasi, pasokan listrik mulai dipulihkan secara bertahap di sejumlah wilayah Sumatera. PLN mengimbau masyarakat tetap tenang dan melaporkan jika masih terdapat gangguan listrik di daerah masing-masing.
Selain itu, masyarakat juga diminta berhati-hati terhadap jaringan listrik yang mengalami kerusakan dan tidak mendekati lokasi gangguan demi keselamatan.
Insiden kabel SUTET putus diduga menjadi penyebab utama listrik padam massal di sejumlah wilayah Sumatera. Gangguan pada jaringan transmisi tegangan ekstra tinggi tersebut berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat dan layanan publik.
PLN saat ini terus melakukan proses pemulihan dan investigasi untuk memastikan sistem kelistrikan kembali normal serta mencegah gangguan serupa terjadi di masa mendatang.
Editor : Nur Wachid