Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Sehari sebelum Ditunjuk Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang Sempat Ultimatum 71 SPPG di Magetan Gara-Gara Masalah Telur

Mizan Ahsani • Rabu, 3 Juni 2026 | 10:42 WIB
Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang meminta seluruh SPPG di Magetan menyerap telur langsung dari peternak lokal untuk mendukung keberhasilan program MBG. (AJI PUTRA/RADAR MADIUN)
Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang meminta seluruh SPPG di Magetan menyerap telur langsung dari peternak lokal untuk mendukung keberhasilan program MBG. (AJI PUTRA/RADAR MADIUN)

Jawa Pos Radar Madiun - Mantan jurnalis senior asal Madiun, Nanik S Deyang, ditunjuk menduduki kursi nomor satu di Badan Gizi Nasional (BGN) per Selasa (2/6).

Presiden Prabowo Subianto menunjuk Nanik sebagai Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana.

Publik tentu masih mengingat dengan sangat jelas rentetan kutipan pedasnya tepat sehari sebelum promosi jabatan ini diumumkan ke publik.

Saat masih menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik, ia tak segan melontarkan ancaman penutupan operasional saat berkunjung ke Magetan, Senin (1/6).

Baca Juga: Dadan Hindayana Buka Suara usai Dicopot Prabowo dari Jabatan Kepala BGN

Dalam kunjungannya itu, ia memberikan ultimatum sangat keras kepada 71 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait jalur pengadaan bahan baku telur.

"Kalau belanja telur harus langsung ke peternak atau koperasi peternak. Kalau tidak, akan di-suspend," tegas Nanik.

Ia mewajibkan seluruh pengelola dapur gizi tersebut untuk menyerap telur langsung dari tangan peternak lokal demi menyelamatkan harga jual yang tengah anjlok.

Ketegasan ini ia tunjukkan karena tidak ingin instruksi negara terkait menu bergizi justru hanya menggemukkan kantong para pedagang perantara atau tengkulak.

"Saya sedih peternak sudah kerja keras tapi masih rugi. Jangan sampai instruksi penggunaan menu telur tiga kali dalam seminggu justru yang menikmati keuntungan adalah pedagang, bukan peternak petelur," keluhnya.

Baca Juga: Profil Nanik S Deyang, Jurnalis dari Madiun yang Kini Pimpin BGN Gantikan Dadan Hindayana

Nanik mematok batas waktu yang sangat ketat bagi para pengelola untuk memperbaiki rantai pasok mereka guna melindungi peternak lokal.

"Satu minggu dari sekarang harus ada pergerakan harga telur. Kalau tidak, 71 SPPG di Magetan akan saya tutup," tandasnya tanpa kompromi.

Kini, di bawah kepemimpinan barunya, publik menaruh harapan besar agar program MBG berjalan semakin transparan.

Karakter Nanik yang lugas dan berani bersuara lantang diyakini mampu membersihkan praktik-praktik curang dalam pengadaan bahan baku makanan di seluruh Indonesia. (ril/naz)

Editor : Mizan Ahsani
#magetan #nanik s deyang #madiun #Kepala BGN #Dadan Hindayana