Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Teddy Bongkar Alasan Prabowo Kerap ke Luar Negeri, Sebut Bukan Sekadar Seremonial

Mizan Ahsani • Rabu, 3 Juni 2026 | 10:48 WIB
Ilustrasi Momen Seskab Teddy saat Jumpa Pers
Ilustrasi Momen Seskab Teddy saat Jumpa Pers (amp.bitvonline.com)

Jawa Pos Radar Madiun - Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya memberikan penjelasan resmi terkait frekuensi kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri selama 1,5 tahun terakhir.

Penjelasan ini disampaikan untuk menepis anggapan bahwa perjalanan dinas kepala negara tersebut sekadar kegiatan seremonial atau ajang gagah-gagahan semata.

Berikut adalah rangkuman alasan strategis serta capaian konkret dari rangkaian diplomasi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo di kancah global:

Baca Juga: Sehari sebelum Ditunjuk Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang Sempat Ultimatum 71 SPPG di Magetan Gara-Gara Masalah Telur

1. Menghadapi Dinamika Krisis Dunia

Presiden Prabowo mulai menjabat ketika kondisi dunia sedang dilanda berbagai krisis dan konflik internasional yang sangat dinamis.

Ketegangan yang menjadi sorotan meliputi konflik di wilayah Ukraina, Venezuela, hingga gejolak di Timur Tengah yang melibatkan Iran serta sejumlah negara Arab.

Oleh karena itu, menjalin kedekatan emosional dan hubungan diplomatik yang kuat dengan para pemimpin dunia dinilai sangat krusial agar Indonesia bisa meminta bantuan saat terjadi kondisi mendesak.

2. Menjamin Ketahanan Nasional Lewat BRICS

Salah satu hasil nyata dari diplomasi luar negeri tersebut adalah keberhasilan Indonesia masuk ke dalam keanggotaan BRICS.

Langkah taktis ini memberikan jaminan keamanan terhadap situasi negara di tengah krisis dunia, termasuk dalam hal mengamankan stok pangan nasional.

Keanggotaan ini juga memastikan ketersediaan pasokan bahan bakar minyak tetap aman sehingga harga BBM bersubsidi di dalam negeri tidak mengalami kenaikan.

3. Menarik Ribuan Triliun Nilai Investasi

Dalam kurun waktu 1,5 tahun terakhir, kunjungan luar negeri presiden tercatat sukses menarik total investasi masuk hingga mencapai angka Rp 2.430 triliun.

Bahkan pada lawatan ke Jepang dan Korea Selatan bulan lalu, pemerintah berhasil mengantongi tambahan komitmen investasi sekitar Rp 575 triliun.

Pencapaian ekonomi lainnya adalah terealisasinya perjanjian pembebasan tarif menjadi 0 persen di 25 negara Uni Eropa pada tahun 2025 lalu.

4. Memperkuat Alat Utama Sistem Persenjataan

Diplomasi pertahanan yang dilakukan presiden juga membuahkan hasil dengan semakin kuatnya alat pertahanan yang dimiliki oleh Indonesia saat ini.

Negara berhasil mengamankan berbagai dukungan persenjataan modern dari berbagai negara maju seperti Prancis, Amerika Serikat, Rusia, China, dan Inggris.

5. Efisiensi Rombongan dan Anggaran Perjalanan

Menjawab kritik mengenai besarnya rombongan, Teddy menegaskan bahwa jumlah tim presiden saat ini sudah dipangkas lebih dari separuh menjadi maksimal hanya 50 hingga 60 orang.

Angka ini diklaim jauh lebih efisien jika dibandingkan dengan era sebelumnya yang kerap membawa lebih dari 120 orang dalam satu kali perjalanan kenegaraan.

Baca Juga: Dadan Hindayana Buka Suara usai Dicopot Prabowo dari Jabatan Kepala BGN

Teddy juga memastikan bahwa segala kelebihan biaya perjalanan luar negeri yang melampaui anggaran negara akan ditanggung sepenuhnya menggunakan uang pribadi Presiden Prabowo.

Kesimpulannya, rangkaian kunjungan luar negeri Presiden Prabowo merupakan langkah taktis untuk menjalin hubungan dan mengamankan kepentingan nasional di tengah rentetan krisis dunia. Masyarakat diajak untuk melihat secara objektif deretan hasil konkret yang telah memberikan dampak langsung bagi ketahanan ekonomi dan pertahanan negara. (*)

*Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura

Editor : Mizan Ahsani
#KunjunganPresiden #PrabowoSubianto #DiplomasiIndonesia #TeddyIndraWijaya #PolitikNasional2026