Jawa Pos Radar Madiun – Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menjadi sorotan publik.
Sehari setelah Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN dan menggantinya dengan Nanik S Deyang, Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan penggeledahan di kantor pusat BGN di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (3/6).
Plh Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Mochamad Jeffry membenarkan adanya penggeledahan yang dilakukan tim penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).
“Penyidik Pidsus Kejaksaan Agung benar melakukan penggeledahan di kantor BGN,” ujarnya.
Di tengah proses hukum tersebut, sejumlah pengadaan BGN yang sebelumnya menuai kritik publik kembali menjadi perhatian.
Pengadaan Motor Listrik Hampir Rp 1 Triliun
Salah satu yang paling banyak dipersoalkan adalah pengadaan motor listrik untuk operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).
Jumlah pengadaan disebut mencapai 21.801 hingga 25.000 unit dengan harga sekitar Rp 42 juta sampai Rp 43,2 juta per unit. Total nilai anggarannya diperkirakan mendekati Rp 1 triliun.
Besarnya nilai pengadaan memicu pertanyaan publik mengenai urgensi penggunaan motor listrik trail dalam mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.
Baca Juga: Dadan Hindayana Buka Suara usai Dicopot Prabowo dari Jabatan Kepala BGN
Pengadaan Tablet Bernilai Belasan Juta per Unit
BGN juga menjadi sorotan terkait pengadaan perangkat tablet untuk operasional SPPI.
Perangkat tersebut disebut memiliki harga belasan juta rupiah per unit. Pengadaan tablet dinilai menjadi salah satu komponen belanja terbesar dalam mendukung sistem kerja lapangan program MBG.
Kebijakan tersebut menuai beragam tanggapan karena dianggap memerlukan penjelasan lebih rinci mengenai spesifikasi dan kebutuhan penggunaannya.
Baca Juga: Resmi! Proliga 2027 Pakai Salary Cap: Gaji Pemain Asing Maksimal 20 Ribu Dolar per Bulan
Belanja CCTV dan Sistem Informasi Rp 1,2 Triliun
Pengadaan Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional (SIPGN) beserta jaringan CCTV turut menjadi perhatian.
Nilai anggaran yang disebut mencapai sekitar Rp1,2 triliun membuat program tersebut menjadi salah satu pengadaan terbesar di lingkungan BGN.
Pihak BGN sebelumnya menyebut sistem digital diperlukan untuk mengawasi distribusi dan pelaksanaan program MBG secara nasional.
Namun besarnya anggaran membuat publik meminta transparansi lebih lanjut mengenai pelaksanaan proyek tersebut.
Baca Juga: Ringan dan Ringkas, Ini Spesifikasi Sepeda Lipat United Black Horse X Seharga Rp 6 Jutaan
Belanja Anggaran Atribut dan Perlengkapan Lapangan, Termasuk Kaus Kaki
Sorotan juga mengarah pada pengadaan atribut lapangan bagi SPPI.
Beberapa item seperti kaus kaki lapangan dan perlengkapan pendukung lainnya disebut menghabiskan anggaran miliaran rupiah.
Meski nilainya jauh lebih kecil dibanding proyek teknologi informasi, pengadaan ini tetap menjadi perhatian karena dianggap tidak berhubungan langsung dengan kebutuhan utama program gizi.
Baca Juga: Teddy Bongkar Alasan Prabowo Kerap ke Luar Negeri, Sebut Bukan Sekadar Seremonial
Langganan Zoom Miliaran Rupiah
Penggunaan layanan konferensi daring juga tak luput dari sorotan.
BGN disebut mengalokasikan sekitar Rp 5,7 miliar untuk biaya langganan platform rapat virtual selama periode April hingga Desember.
Besarnya biaya tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas penggunaan anggaran, terutama di tengah tuntutan efisiensi belanja negara.
Pergantian Pimpinan dan Penggeledahan
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan pergantian dilakukan setelah evaluasi terhadap pelaksanaan program selama sekitar satu setengah tahun.
Menurut dia, evaluasi mencakup pelaksanaan SOP, tata kelola organisasi hingga pengawasan kualitas makanan dalam program MBG.
Hingga kini Kejagung belum menjelaskan apakah penggeledahan yang dilakukan berkaitan dengan salah satu pengadaan tersebut atau perkara lain yang masih dalam proses penyelidikan.
Publik pun menanti hasil penyidikan sekaligus langkah pembenahan yang akan dilakukan Nanik S Deyang dalam memimpin BGN ke depan. (naz)
Editor : Mizan Ahsani