Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Turun, Turun, Turun, lalu Terkubur: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Tembus Rp 18 Ribu per 1 Dolar AS

Mizan Ahsani • Kamis, 4 Juni 2026 | 10:03 WIB
Ilustrasi kurs dolar ke mata urang rupiah.
Ilustrasi kurs dolar ke mata urang rupiah.

Jawa Pos Radar Madiun - "Terbentur, terbentur, terbentur, terbentuk," begitulah kutipan legendaris dari Bapak Republik Indonesia, Tan Malaka, yang sangat membekas di ingatan bangsa.

Namun sungguh ironis, frasa penuh semangat juang tersebut seolah harus diplesetkan menjadi "turun, turun, turun, terkubur" jika melihat nasib mata uang kita hari ini.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau kembali mengalami tekanan yang cukup signifikan pada perdagangan Kamis (4/6) pagi.

Mata uang Garuda ini dilaporkan melemah 0,27 persen hingga resmi menembus ambang batas psikologis baru di angka Rp18.015 per dolar AS.

Baca Juga: Harga Polygon Premier 5 Mulai Rp 4 Jutaan, Sepeda Gunung XC yang Cocok Dipakai Pemula

Anjloknya nilai tukar ini menjadi salah satu level terlemah yang harus dihadapi oleh rupiah dalam beberapa waktu terakhir.

Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai fenomena ini sebagai cerminan dari besarnya hantaman tekanan eksternal.

Kondisi tersebut semakin diperparah oleh sentimen pasar domestik dalam negeri yang saat ini dinilai masih sangat kurang kondusif.

"Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang menguat di tengah tensi geopolitik yang meningkat di Timur Tengah," jelas Lukman, mengutip Antara.

Baca Juga: Skandal Megakorupsi MBG: Dadan Cs Ditahan Kejagung, Menkeu Purbaya Bakal Kepras Anggaran BGN

Selain imbas faktor geopolitik, rilis sejumlah data indikator ekonomi Amerika Serikat juga terbukti tampil jauh lebih baik dari perkiraan pasar.

Data ketenagakerjaan AS dan indeks aktivitas sektor jasa (ISM) yang menguat sukses memperbesar optimisme investor terhadap fundamental ekonomi Negeri Paman Sam.

Kombinasi faktor-faktor eksternal tersebut membuat permintaan terhadap dolar AS melonjak drastis dan menekan tajam mata uang negara berkembang.

Sementara itu dari dalam negeri, rentetan sentimen negatif membuat pasar domestik belum memiliki daya dorong yang kuat untuk menopang pergerakan rupiah.

Baca Juga: Tujuh SPPG Pacitan Ajukan Pencabutan Suspend, Ribuan Siswa Belum Terima MBG

Meski situasi tampak cukup berat, Lukman memperkirakan laju pelemahan rupiah ini masih berpotensi tertahan oleh langkah stabilisasi dari Bank Indonesia (BI).

Bank sentral tersebut diprediksi akan segera meningkatkan intensitas intervensi agresifnya di pasar keuangan untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

Berdasarkan seluruh analisa tersebut, pergerakan nilai tukar rupiah diproyeksikan akan terus berfluktuasi secara dinamis.

Pergerakan fluktuatif mata uang Garuda tersebut diperkirakan akan bergerak menempati kisaran angka Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#penyebab #rupiah #nilai tukar #kurs #Dolar