Jawa Pos Radar Madiun - Pemerintah Provinsi Jawa Timur sukses menorehkan prestasi gemilang dengan meraih penghargaan Terbaik I Kategori Penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).
Penghargaan bergengsi tingkat regional Jawa-Bali tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri di Yogyakarta Marriott Hotel pada Kamis (4/6) malam.
Selain membawa pulang piala penghargaan, Pemprov Jatim juga berhak mendapatkan suntikan dana insentif fiskal sebesar Rp3 miliar dari pemerintah pusat.
Insentif tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi nyata atas keberhasilan daerah dalam menjalankan program pembangunan yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Trofi penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Menteri Koordinator Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Usai menerima penghargaan, Gubernur Khofifah mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian luar biasa yang berhasil diraih oleh wilayah pimpinannya tersebut.
Baca Juga: Sembilan Pelamar Berebut Kursi Direktur Perumdam Kota Madiun, Empat Kandidat dari Internal
Menurutnya, penghargaan ini merupakan buah manis dari hasil kerja keras bersama seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, hingga sektor industri.
Khofifah juga menyebut bahwa capaian ini tidak lepas dari upaya pemenuhan indikator kinerja utama yang selama ini konsisten dijalankan melalui program Nawa Bhakti Satya.
Keberhasilan Pemprov Jatim ini tercermin sangat jelas dari rilis data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur pada bulan Februari 2026.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Timur tercatat berada di angka 3,55 persen, turun dari capaian tahun sebelumnya yang berada di level 3,61 persen.
Angka pengangguran di Jatim ini bahkan jauh lebih baik jika dibandingkan dengan rata-rata tingkat pengangguran nasional yang masih bertengger di angka 4,68 persen.
Khofifah menambahkan bahwa salah satu faktor krusial di balik penurunan ini adalah semakin kuatnya keterhubungan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan dunia kerja.
Baca Juga: Gempa Hari Ini: Magnitudo 7,8 Guncang Filipina, BMKG Ingatkan Potensi Tsunami di Sulawesi
"Penurunan pengangguran lulusan SMK sangat signifikan. Ini menunjukkan bahwa penguatan link and match pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri semakin efektif," tuturnya.
Hal tersebut dibuktikan dengan data BPS yang mencatat bahwa tingkat pengangguran lulusan SMK di Jatim sukses ditekan menjadi 5,73 persen pada Februari 2026.
Capaian positif tersebut sekaligus mematahkan stigma lawas bahwa lulusan SMK selalu menjadi penyumbang angka pengangguran tertinggi di wilayah Jawa Timur.
Selain itu, Pemprov Jatim juga terus menggencarkan berbagai program magang industri dan perluasan akses penempatan tenaga kerja hingga ke kancah global.
"Bahkan saat ini Jawa Timur telah menjalin kerja sama penempatan tenaga kerja dengan 13 negara tujuan, termasuk membuka peluang kerja luar negeri bagi lulusan SMK," ungkap Khofifah.
Pada tahun 2026 ini saja, tercatat sebanyak 4.920 peserta dari 112 SMK dan lembaga kursus telah mengikuti program magang dan bursa kerja luar negeri.
Dari jumlah masif tersebut, sebanyak 1.617 peserta telah dinyatakan lolos seleksi dan berhasil mengantongi Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).
Kualitas pasar kerja Jatim juga semakin sehat dengan naiknya Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) menjadi 74,78 persen, atau naik 0,53 persen dari tahun sebelumnya.
Jumlah penduduk yang bekerja pun kini telah mencapai 24,25 juta orang, bertambah sekitar 388 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Terkait pemanfaatan dana apresiasi, Khofifah berjanji akan mengalokasikan insentif Rp3 miliar tersebut untuk memperkuat program pembangunan sumber daya manusia dan kewirausahaan.
Menutup pernyataannya, Gubernur Khofifah turut menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan yang selama ini telah bersinergi dengan sangat baik.
"Penghargaan ini adalah milik seluruh masyarakat Jawa Timur. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari sinergi besar dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan," pungkasnya. (*)
Editor : Mizan Ahsani