Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Breaking News: BNPB Siaga Evakuasi Tsunami di 5 Provinsi, Warga Diminta Jauhi Pantai

Mizan Ahsani • Senin, 8 Juni 2026 | 10:12 WIB
Ilustrasi gempa. (JAWA POS)
Ilustrasi gempa. (JAWA POS)

Jawa Pos Radar Madiun - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) langsung bergerak cepat merespons ancaman tsunami pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi.

Masyarakat di wilayah pesisir lima provinsi diminta untuk tetap tenang dan mematuhi arahan evakuasi dari petugas gabungan di lapangan.

Kelima provinsi yang masuk dalam radar pemantauan intensif dan evakuasi tersebut meliputi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Gorontalo, serta Kalimantan Timur.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan bahwa seluruh tim di daerah telah disiagakan untuk membantu masyarakat.

"BNPB terus memperkuat koordinasi sinergis dalam satu komando bersama tim gabungan lintas instansi di daerah yang bersiaga penuh untuk memandu pergerakan warga," kata Abdul Muhari, Senin (8/6).

Baca Juga: Gempa Hari Ini: Magnitudo 7,8 Guncang Filipina, BMKG Ingatkan Potensi Tsunami di Sulawesi

Pemerintah daerah yang wilayahnya masuk dalam status Siaga telah diinstruksikan untuk segera mengarahkan warganya evakuasi menuju tempat yang lebih tinggi.

Berdasarkan hasil pemodelan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), wilayah berstatus Siaga ini sangat didominasi oleh kawasan pesisir Sulawesi Utara.

Estimasi kedatangan gelombang tsunami di Sulawesi Utara mencakup Kepulauan Sangihe pada pukul 06.51 WIB dan Kota Manado pada pukul 07.12 WIB.

Gelombang mematikan tersebut juga diperkirakan tiba di Minahasa Utara Bagian Utara pada pukul 07.12 WIB hingga Bolaang Mongondow Bagian Utara pada pukul 07.22 WIB.

Status Siaga serupa turut diberlakukan untuk pesisir Gorontalo Bagian Utara dengan estimasi kedatangan gelombang pada pukul 07.26 WIB.

Baca Juga: 87.477 Warga Magetan Terima Bantuan Pangan, Bulog Salurkan 1.749 Ton Beras

Menyusul setelahnya adalah wilayah Sulawesi Tengah yang mencakup pesisir Buol pada pukul 07.27 WIB serta Toli-Toli pada pukul 07.29 WIB.

Sementara itu, untuk wilayah yang berstatus Waspada, BNPB meminta pemerintah daerah setempat melarang tegas warganya mendekati kawasan pantai maupun tepian sungai.

Seluruh aktivitas pelayaran maupun kegiatan nelayan di perairan wilayah tersebut juga wajib dihentikan sementara waktu demi keselamatan bersama.

Wilayah dengan kategori Waspada ini meliputi Kepulauan Talaud, Kota Bitung, kawasan Halmahera di Maluku Utara, hingga Donggala Bagian Utara di Sulawesi Tengah.

Pesisir timur Pulau Kalimantan juga masuk dalam status Waspada, mulai dari Kutai Timur, Bulungan, hingga kawasan perbatasan di Nunukan.

Baca Juga: Takut Risiko Hamil dan Melahirkan? Ini Fakta Hukum dan Agama soal Ibu Pengganti di Indonesia

Sesuai dengan perkiraan pemodelan tersebut, pihak BMKG melaporkan adanya kenaikan permukaan air laut hingga pukul 08.20 WIB pagi ini.

Stasiun pemantau mencatat kedatangan gelombang tsunami dengan ketinggian bervariasi antara 9 hingga 75 sentimeter di sejumlah titik pesisir.

Titik pengamatan yang mencatat kenaikan air tersebut di antaranya berada di Desa Tanjung Sidupa, Bolaang Mongondow Utara, serta Desa Talengen di Kepulauan Sangihe.

Meski demikian, Abdul Muhari memastikan bahwa proses evakuasi dan penanganan darurat bencana di seluruh daerah terdampak masih berjalan aman.

"BNPB mengonfirmasi bahwa situasi dan kondisi di lapangan saat ini masih terpantau terkendali," tutup Abdul Muhari memberikan jaminan keamananan. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#gempa hari ini #sulut #sulteng #gorontalo #Tsunami