Jawa Pos Radar Madiun - Nama Raffi Ahmad mendadak disebut dalam penyidikan kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.
Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein menjelaskan, nama Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni itu muncul terkait kunjungannya ke Kantor Blueray Cargo di AS untuk menitip atau mengirimkan sejumlah barang elektronik ke Indonesia.
“Betul, ada fakta saudara RA itu menitip,” ujar Taufik di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (8/6) dilansir Antara.
Meski begitu, KPK belum mengembangkan hal tersebut lebih lanjut.
“Kemarin kami tidak kembangkan terlalu jauh karena belum sampai kepada fakta-fakta yang menguatkan bahwa itu jadi bagian dari peristiwa Blueray mengurus keimigrasian di Ditjen Bea Cukai sehingga kemudian itu tidak kami lakukan pemanggilan,” katanya.
Namun, setelah hal tersebut terungkap lebih lanjut di persidangan, Taufik memastikan KPK akan melakukan pendalaman.
Baca Juga: Skandal Megakorupsi MBG: Dadan Cs Ditahan Kejagung, Menkeu Purbaya Bakal Kepras Anggaran BGN
“Apakah nanti fakta-fakta persidangan itu akan menjadi fakta baru yang kemudian perlu didalami? Ya, kami akan lakukan pemeriksaan-pemeriksaan tentunya,” lanjutnya.
Sebelumnya, pada 4 Februari lalu KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Sehari kemudian, KPK menetapkan enam dari 17 orang yang diamankan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait impor barang tiruan atau KW di lingkungan Bea Cukai.
Pada 5 Juni lalu, muncul nama Raffi Ahmad dalam persidangan terkait kunjungannya ke kantor Blueray Cargo.
(isd)
Editor : Wawan Isdarwanto