Jawa Pos Radar Madiun - Menyusul diterbitkannya aturan baru dari pemerintah terkait skema bagi hasil antara aplikator dan pengemudi ojek online (ojol) sebesar 92% berbanding 8%, dua raksasa ride-hailing di Indonesia, Gojek (GoTo) dan Grab, akhirnya mengambil langkah tegas.
Kedua aplikator tersebut sepakat untuk menghapus program langganan "Paket Hemat" bagi para mitra pengemudinya.
Nantinya, skema layanan hemat ini tidak lagi menggunakan sistem potong saldo berlangganan, melainkan murni mengikuti sistem bagi hasil seperti layanan reguler, yakni komisi 8% untuk aplikator.
Baca Juga: Israel dan Iran Sepakat Hentikan Serangan Militer, tapi Saling Umbar Ancaman
Masih Tersedia di Aplikasi, Driver Kebingungan
Meski pengumuman telah beredar luas sejak awal Mei 2026, implementasi di lapangan ternyata belum sepenuhnya merata.
Banyak driver ojol yang mengaku kebingungan karena layanan dan potongan Paket Hemat masih aktif di aplikasi mereka.
Hingga saat ini, belum ada pemberitahuan atau penjelasan resmi lebih lanjut dari pihak aplikator mengenai kapan tepatnya kebijakan transisi ini akan diberlakukan secara menyeluruh.
"Katanya paket hemat mau dihapus, tapi sampai sekarang belum dihapus juga," keluh salah seorang pengemudi.
Baca Juga: KPK Sebut Nama Raffi Ahmad dalam Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi di Ditjen Bea Cukai
Suka Duka Skema Langganan Paket Hemat
Selama ini, skema langganan Paket Hemat bagaikan pisau bermata dua bagi para driver.
Di satu sisi, menyalakan fitur ini memang membuat akun mereka lebih "gacor" alias kebanjiran orderan.
Namun di sisi lain, sistem pemotongan biayanya dirasa kurang adil bagi sebagian pihak.
Menguntungkan Driver Full-Time
Bagi pengemudi yang sanggup menyelesaikan 20 hingga 30 trip sehari, potongan paket hemat (misalnya potongan Rp20.000 untuk 10-20 trip) tidak menjadi masalah. Pemasukan bersih yang mereka bawa pulang masih terbilang lumayan.
Merugikan Driver Part-Time
Skema ini sangat mencekik bagi mereka yang hanya bekerja paruh waktu, misalnya narik di sore hari sepulang kerja. Baru mendapat 5 trip saja, mereka sudah terkena potongan Rp13.500. Angka ini dinilai sangat memberatkan karena belum dipotong untuk biaya bensin dan makan.
Bagaimana Nasib Tarif Penumpang?
Penghapusan skema langganan mitra ini tentu akan membawa penyesuaian pada tarif yang dibayar oleh konsumen atau penumpang.
Baik Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo, maupun pihak Grab Indonesia memastikan bahwa layanan perjalanan hemat (GoRide Hemat dan GrabBike Hemat) akan tetap tersedia bagi konsumen.
Namun, akan ada sedikit penyesuaian (kenaikan) harga yang dilakukan secara sangat terbatas.
Pihak aplikator berjanji bahwa tarif baru nantinya akan tetap terjangkau dan disesuaikan dengan daya beli masyarakat.
Pada akhirnya, mayoritas pengemudi ojol menyatakan dukungan penuh atas dihapuskannya skema langganan Paket Hemat ini dan berharap sistem komisi 8% yang baru dapat benar-benar meningkatkan kesejahteraan mereka di jalan. (*)
*Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunodjoyo Madura.