Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Kepulauan Sangihe Diguncang Rentetan Gempa, Terbesar Capai Magnitudo 6,8

Mizan Ahsani • Selasa, 9 Juni 2026 | 18:50 WIB
Ilustrasi aktivitas gempa bumi dan penyebaran gelombang seismik di wilayah Indonesia (news.detik.com)
Ilustrasi aktivitas gempa bumi dan penyebaran gelombang seismik di wilayah Indonesia (news.detik.com)

Jawa Pos Radar Madiun - Wilayah Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara kembali menjadi pusat perhatian setelah diguncang oleh rentetan aktivitas seismik yang cukup intens.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat belasan hingga puluhan kejadian gempa bumi melanda kawasan tersebut pada Senin malam.

Aktivitas tektonik yang terus berlangsung hingga menjelang pergantian hari ini tentu memicu kewaspadaan tinggi di kalangan masyarakat setempat.

Baca Juga: Saham Big Bank Berguguran, Asing Lepas BBCA Ratusan Miliar di Tengah Anjloknya Rupiah

Berikut adalah rangkuman informasi terkait rentetan gempa bumi dangkal yang mengguncang perairan Sulawesi Utara tersebut:

1. Guncangan Utama Berkekuatan Magnitudo 6,8

Gempa dengan kekuatan paling besar tercatat terjadi pada pukul 18.22 WIB saat sebagian besar warga sedang beristirahat atau beraktivitas di malam hari.

Guncangan utama ini memiliki kekuatan mencapai magnitudo 6,8 yang dirasakan cukup signifikan di sekitar wilayah Kepulauan Sangihe.

2. Titik Pusat Berada di Kedalaman Dangkal

Berdasarkan data resmi, titik koordinat gempa utama ini terletak pada 5.76 Lintang Utara dan 125.15 Bujur Timur.

Pusat gempa berlokasi di laut pada jarak 241 kilometer arah barat laut Tahuna dengan kedalaman yang tergolong dangkal, yakni hanya sepuluh kilometer.

3. Diikuti Puluhan Kali Gempa Susulan

Setelah guncangan hebat pertama terjadi, BMKG memantau adanya aktivitas puluhan gempa susulan dengan besaran kekuatan yang bervariasi.

Salah satu catatan terbaru menunjukkan gempa susulan berkekuatan magnitudo 4,4 kembali terjadi tepat sebelum pergantian hari pada pukul 23.59 WIB.

Gempa susulan ini juga berpusat di kedalaman sepuluh kilometer pada jarak 191 kilometer dari arah barat laut Tahuna.

4. Dampak Kerusakan Masih Belum Diketahui

Hingga informasi ini diterbitkan, belum ada laporan resmi terkait tingkat kerusakan bangunan maupun potensi korban jiwa akibat rentetan gempa tersebut.

Pihak berwenang dan badan penanggulangan bencana daerah masih terus bersiaga serta melakukan pemantauan kondisi di berbagai titik wilayah.

5. Data BMKG Mengutamakan Kecepatan Peringatan

Pihak BMKG memberikan catatan bahwa informasi gempa awal yang dirilis kepada publik sangat mengutamakan kecepatan distribusi peringatan.

Oleh karena itu, hasil pengolahan data masih bersifat dinamis, belum sepenuhnya stabil, dan dapat berubah seiring dengan masuknya kelengkapan data lanjutan.

Baca Juga: Simak Aturan Baru BPJS Kesehatan untuk Pasien Kontrol Per Juni 2026

Tingginya aktivitas tektonik di Kepulauan Sangihe menuntut masyarakat untuk tetap tenang namun selalu waspada terhadap potensi rentetan gempa susulan.

Warga sangat diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG dan memastikan jalur evakuasi aman dari bangunan yang berisiko retak akibat guncangan. (*)

*Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura

Editor : Mizan Ahsani
#KepulauanSangihe #SulawesiUtara #BencanaAlam2026 #bmkg #Gempabumi