Jawa Pos Radar Madiun - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya tengah bekerja keras untuk memulihkan kerugian yang dialami oleh para korban dugaan penipuan investasi dan perjalanan umrah.
Fokus utama pihak kepolisian saat ini adalah memprioritaskan pelacakan aset milik PT Khazanah Tamma International atau yang lebih dikenal dengan nama komersial Hanania Group.
Langkah penelusuran harta kekayaan ini menjadi tahapan yang sangat krusial demi mengembalikan hak-hak finansial jamaah yang telah telanjur disetorkan kepada pihak perusahaan.
Baca Juga: MRT dan Pemkot Jaksel Buru Investor untuk Perluas Kawasan Park and Ride Lebak Bulus
Penelusuran Aset Perusahaan dan Pribadi
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Iman Imanuddin, menegaskan bahwa proses pelacakan mencakup seluruh harta milik perusahaan maupun aset pribadi sang direktur utama.
Penyidik juga secara intensif mendalami aliran dana yang diduga kuat telah berpindah tangan kepada sejumlah pihak ketiga di luar struktur manajemen biro perjalanan tersebut.
Polda Metro Jaya berkomitmen penuh untuk mengusut tuntas seluruh skema pergerakan uang agar penyitaan dapat dilakukan secara maksimal guna mengganti kerugian para korban.
Indikasi Penyelewengan Dana Jamaah
Berdasarkan temuan awal pihak kepolisian, terdapat indikasi kuat bahwa sebagian uang setoran jamaah sama sekali tidak dialokasikan untuk kepentingan penyelenggaraan perjalanan ibadah ke Tanah Suci.
Dana bernilai fantastis tersebut justru sengaja dialihkan oleh pihak manajemen untuk memenuhi berbagai kebutuhan lain yang menyimpang jauh dari perjanjian awal.
Salah satu fakta paling mengejutkan adalah adanya aliran uang jamaah yang digunakan secara khusus untuk membiayai kegiatan promosi secara jorjoran di berbagai saluran digital.
Pemanggilan Selebgram dan Influencer
Dalam menjalankan strategi pemasarannya, Hanania Group diketahui telah mengalirkan dana yang sangat besar untuk membayar jasa sejumlah figur pemengaruh dan selebritas internet ternama.
Para figur publik tersebut disewa untuk mempromosikan berbagai paket penawaran perjalanan spiritual yang diklaim murah guna memikat antusiasme masyarakat luas.
Baca Juga: Rilis Hari Ini, Anthropic Luncurkan Claude Mythos dengan Fitur Keamanan Siber Premium
Sebagai tindak lanjut dari temuan penyimpangan pemasaran tersebut, pihak kepolisian memastikan akan segera menjadwalkan pemanggilan resmi untuk meminta klarifikasi langsung dari para tokoh media sosial yang terlibat.
Pengusutan tuntas jaringan aliran dana ini menjadi kunci utama bagi aparat penegak hukum untuk memberikan keadilan bagi masyarakat sekaligus memutus mata rantai penipuan berkedok agama.
Seluruh tokoh publik yang memiliki pengaruh besar di dunia maya juga dituntut untuk jauh lebih waspada dalam menerima tawaran kerja sama promosi agar tidak secara tidak sadar ikut menjerumuskan para pengikutnya.(*)
*Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura