Jawa Pos Radar Madiun - Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah kembali membagikan kabar gembira bagi para pahlawan tanpa tanda jasa di Tanah Air.
Pemerintah secara resmi mengumumkan bahwa pencairan dana insentif khusus bagi para guru madrasah berstatus non-ASN akan segera direalisasikan dalam waktu dekat.
Menteri Agama, Nasaruddin Umar, memastikan bahwa dana insentif tersebut dijadwalkan akan mulai cair dan didistribusikan secara serentak pada akhir bulan Juni 2026.
"Alhamdulillah, tahun baru ini kita awali dengan berbagi kabar baik. Insya Allah, insentif guru madrasah non-ASN akan mulai cair pada akhir Juni 2026," ujar Nasaruddin, Rabu (17/6).
Apresiasi Dedikasi Pendidik
Dalam kesempatan tersebut, Menag menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi luar biasa yang ditunjukkan oleh para guru madrasah.
Pengabdian tulus dalam mencerdaskan kehidupan anak bangsa tersebut menjadi alasan utama bagi pemerintah untuk terus memperjuangkan tingkat kesejahteraan para pendidik.
Nasaruddin juga memberikan apresiasi khusus kepada Tim Direktorat GTK Madrasah Ditjen Pendidikan Islam yang telah bekerja ekstra keras menyiapkan seluruh kelengkapan administratif.
Kelengkapan dokumen dan data administratif tersebut menjadi kunci krusial agar proses tahapan pencairan tunjangan ke setiap daerah dapat berjalan lancar tanpa kendala.
Baca Juga: Bea Cukai Madiun Musnahkan 4,63 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Rp 4,27 Miliar
Langsung Masuk Rekening
Menambahkan pernyataan tersebut, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amin Suyitno, memberikan penjelasan terkait perkembangan teknis proses penyaluran dana di lapangan.
Saat ini, pihak Kemenag diketahui tengah merampungkan proses pembuatan buku rekening kolektif bagi para pendidik yang telah terdaftar sebagai penerima insentif resmi.
"Nantinya, setiap guru akan menerima insentif sebesar satu setengah juta rupiah dan itu langsung masuk ke rekening mereka," jelas Amin Suyitno.
Ia menegaskan bahwa proses pendataan menyeluruh dan pembuatan rekening ini tentu membutuhkan waktu serta kerja keras ekstra dari tim GTK Madrasah.
Baca Juga: Gaikindo Ungkap Dampak Berlapis Penguatan Rupiah, Cegah Kenaikan Harga Mobil hingga PHK
Fokus Anggaran Kesejahteraan
Komitmen kokoh Kemenag dalam memperhatikan nasib para pendidik juga tercermin dengan jelas melalui usulan alokasi anggaran untuk Tahun Anggaran (TA) 2027.
Kemenag telah mengusulkan anggaran jumbo sebesar Rp9,6 triliun dari Pagu Indikatif TA 2027 yang akan difokuskan khusus untuk program Peningkatan Kesejahteraan Guru.
Anggaran prioritas nasional tersebut mencakup pemberian insentif, tunjangan profesi bagi guru dan dosen non-ASN, hingga penyediaan tunjangan khusus bagi guru di daerah 3T.
"Dalam penyusunan Pagu Indikatif TA 2027 pada aplikasi KRISNA-RENJA K/L, Kementerian Agama telah mengalokasikan dukungan PKPN sebesar Rp19,08 triliun," pungkas Menag. (naz)
Editor : Mizan Ahsani