Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Raih 113 Suara, Indonesia Terpilih Jadi Anggota Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO 2026-2030

Latiful Habibi • Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:47 WIB
Pertunjukan Reog Ponorogo di gelaran Grebeg Suro 2026. (SUGENG DWI/RADAR MADIUN)
Pertunjukan Reog Ponorogo di gelaran Grebeg Suro 2026. (SUGENG DWI/RADAR MADIUN)

Jawa Pos Radar Madiun - Kabar membanggakan datang dari panggung kebudayaan internasional untuk bangsa Indonesia.

Indonesia secara resmi terpilih sebagai anggota Komite Pelindungan Warisan Budaya Takbenda Dunia UNESCO untuk periode tahun 2026 hingga 2030.

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengonfirmasi langsung pencapaian gemilang tersebut di Jakarta pada hari Jumat (19/6).

Dalam proses pemilihan tersebut, Indonesia berhasil memperoleh dukungan solid sebanyak 113 suara dari negara-negara anggota UNESCO.

Indonesia terpilih pada Grup IV yang mewakili kawasan Asia-Pasifik bersama Jepang, Filipina, dan Kamboja.

Fadli Zon menegaskan bahwa keterpilihan ini merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah besar bagi Republik Indonesia.

Momen ini menandai kembalinya Indonesia ke dalam komite internasional tersebut setelah absen selama 12 tahun sejak periode 2010-2014 silam.

Keberhasilan ini membuktikan kapasitas Indonesia dalam membangun tata kelola kebudayaan dunia yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Baca Juga: BGN Hentikan Program MBG selama Libur Sekolah, Negara Klaim Hemat Rp 3 Triliun

Delapan Agenda Prioritas Global

Sebagai anggota komite terpilih, pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk mendorong delapan agenda prioritas utama.

Agenda pertama adalah pembentukan Pusat Unggulan UNESCO di kawasan Asia-Pasifik berupa laboratorium raksasa kebudayaan dan peradaban awal manusia.

Laboratorium ini akan difokuskan untuk pengembangan metodologi pelindungan warisan budaya takbenda, preservasi digital, serta inovasi kebijakan.

Prioritas kedua menyasar pada integrasi platform kolaboratif yang menjembatani para akademisi, komunitas lokal, praktisi, dan pembuat kebijakan.

Ketiga, Indonesia mendorong inovasi digital melalui pengembangan inventarisasi modern dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) yang etis.

Agenda keempat berfokus pada penguatan kerja sama global melalui program pelatihan, pertukaran pengetahuan antarkawasan, dan misi bersama.

Baca Juga: Jadwal Lengkap MotoGP Ceko 2026: Misi Balas Dendam Duo Aprilia dan Kebangkitan Marquez

Ketahanan Budaya Masa Depan

Untuk prioritas kelima, pemerintah menargetkan penguatan mekanisme pelindungan mendesak bagi tradisi dunia yang menghadapi risiko kepunahan.

Agenda keenam bertujuan untuk meningkatkan kemudahan akses bantuan internasional agar lebih responsif bagi negara-negara yang membutuhkan.

Ketujuh, Indonesia bertekad memberdayakan masyarakat sipil melalui perluasan partisipasi lembaga swadaya masyarakat dalam proses pengambilan keputusan.

Agenda terakhir ditujukan untuk mempersiapkan warisan budaya dalam menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks.

Tantangan tersebut mencakup pembentukan kebijakan terkait etika dunia digital, kecerdasan buatan, hingga ketahanan budaya terhadap krisis perubahan iklim. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#komite warisan budaya takbenda #indonesia #kebudayaan #unesco