Drama Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya Lay: Terbang ke Kuala Lumpur Bersama Keluarga?

Suci Oktavia • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 20:09 WIB
Ilustrasi kasus penculikan.
Ilustrasi kasus penculikan.

Jawa Pos Radar Madiun - Teka-teki dugaan penculikan atlet golf Jesslyn Wijaya Lay di kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat, perlahan mulai menemui titik terang.

Alih-alih disekap oleh komplotan penjahat, korban justru diduga kuat telah meninggalkan Indonesia menuju Kuala Lumpur, Malaysia, tepat sehari setelah insiden dugaan penculikan tersebut dilaporkan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, membeberkan bahwa informasi keberadaan korban didapat dari penelusuran data penerbangan.

"Kejadian tersebut tanggal 13, lalu tanggal 14 yang bersangkutan ada di Semarang meninggalkan Indonesia menuju Kuala Lumpur berdasarkan manifes yang kami terima bersama dua orang lainnya yang diketahui memiliki hubungan keluarga dengan Jesslyn Wijaya Lay," kata Roby di Jakarta, Selasa (21/7).

Berikut adalah rangkuman linimasa peristiwa dugaan penculikan Jesslyn Wijaya Lay berdasarkan temuan kepolisian:

Waktu Kejadian Keterangan Peristiwa
13 Juli 2026 Korban Jesslyn Wijaya Lay dilaporkan dibawa paksa oleh empat hingga lima orang masuk ke dalam sebuah mobil di kawasan Mangga Besar.
14 Juli 2026 Berdasarkan manifes, Jesslyn terlacak berada di Semarang untuk terbang menuju Kuala Lumpur bersama dua anggota keluarganya.
19 Juli 2026 Pelapor berinisial NA (teman korban) secara tiba-tiba mengajukan surat pencabutan laporan kepolisian.

Baca Juga: Fakta Baru Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya Lay, Polisi Buru Dua Pria Besar Misterius

Dibenarkan Saksi, Terkendala Rekaman CCTV

Meski Jesslyn terdeteksi bepergian bersama keluarganya, Roby menegaskan bahwa penyidik tidak mau gegabah dan masih terus mendalami apakah insiden ini murni masalah internal atau benar-benar sebuah tindak pidana.

Terlebih, hasil penyelidikan sementara di tempat kejadian perkara (TKP) memang menguatkan adanya aksi penjemputan paksa.

"Memang benar ada kejadian sesuai yang dilaporkan, yaitu membawa korban atas nama Jesslyn Wijaya Lay oleh empat atau lima orang ke mobil secara paksa," katanya.

Sayangnya, proses pembuktian visual sedikit terhambat. Upaya polisi untuk memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar TKP belum membuahkan hasil karena tidak ada satu pun kamera yang mengarah langsung ke lokasi kejadian.

Guna mencari titik terang, polisi telah mengagendakan pemanggilan terhadap dua kerabat korban termasuk ayah Jesslyn yang diketahui ikut terbang ke luar negeri bersama korban.

Baca Juga: Stok Darah PRC Golongan O dan AB di PMI Magetan Kosong, Warga Diminta Donor

Laporan Dicabut, Penyelidikan Pantang Berhenti

Fakta mengejutkan lainnya, pelapor kasus ini yang merupakan teman korban berinisial NA, rupanya telah mengajukan pencabutan laporan secara tertulis pada Minggu (19/7).

Walau begitu, kepolisian memastikan langkah pengusutan tidak akan serta-merta dihentikan di tengah jalan.

"Kami dari Satreskrim dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak masih belum menghentikan penyelidikan sampai dapat memastikan keamanan dan keselamatan korban, serta memastikan bahwa peristiwa ini bukan merupakan perbuatan pidana," ujar Roby.

Lebih lanjut, ia memastikan bahwa hingga detik ini penyidik belum menemukan indikasi adanya permintaan uang tebusan dari pihak mana pun.

Di sisi lain, Kasat PPA/PPO Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Rita Oktavia Shinta, menambahkan bahwa pihaknya menaruh perhatian penuh pada kondisi psikologis dan fisik korban.

Dari pendalaman awal, beruntung tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada insiden tersebut.

"Kami dari Satres PPA/PPO Polres Metro Jakarta Pusat berkoordinasi dengan Satreskrim untuk mengecek kondisi korban, termasuk kondisi psikologisnya. Yang kami lihat adalah memang dari korban itu tidak ada kekerasan," pungkas Rita. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
penculikan atlet golf jesslyn wijaya atlet golf diculik penculikan malaysia