Jawa Pos Radar Madiun - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang mendadak mundur.
Nanik menyebut dirinya mundur karena akan menjalani pengobatan jantung di luar negeri.
"Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk jantung saya," tulis Nanik di akun Facebook pribadinya, Rabu (22/7).
Baca Juga: Korupsi Motor Listrik BGN Seret Sosok Kolonel TNI Inisial BU, Diduga Terlibat Markup Harga
Nanik menyebut multiplier effect MBG terbukti mampu menggerakan ekonomi masyarakat.
"Terbukti kemarin tiga minggu libur sekolah dan MBG libur, petani dan peternak mengeluh karena hasil pertanian dan peternakan mereka tidak terserap dan harganya jatuh. Pedagang di pasar juga sampai harus membuang -buang sayur dan buahnya," ujarnya.
Dia juga menegaskan bahwa program MBG tidak bertujuan politis.
Melainkan bentuk intervensi gizi anak-anak agar tumbuh menjadi generasi emas dan terjaga kesehatan mereka.
Baca Juga: Serang Balik Kejagung, Mantan Waka BGN Lodewyk Pusung Ajukan Praperadilan Kasus Korupsi MBG
"Kalau untuk tujuan politis, yang sekarang mayoritas penerima manfaat kan balita sampai SD, tiga tahun lagi mereka belum nyoblos," ucap Nanik.
Nanik menambahkan, saat ini telah dibentuk 11 tim untuk melakukan reformasi total di tubuh BGN.
"Pak presiden sudah menyetujui agar program MBG lebih ditujukan ke 3B (balita, busui dan bumil), anak -anak SD -SMP, serta siswa semua tingkatan sekolah di kawasan 3T," ujarnya.
Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan Dirgayuza Setiawan membenarkan mundurnya Nanik dari jabatan Kepala BGN karena alasan kesehatan.
"Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai kepala Badan Gizi Nasional," ujar Yuza.
(isd)
Editor : Wawan Isdarwanto