Bursa Kepala BGN: Nama Wamentan Sudaryono Menguat Jadi Pengganti Nanik S Deyang

Titis Osi Kurniawan • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 11:42 WIB
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono. (HENGKY RISTANTO/RADAR MADIUN)
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono. (HENGKY RISTANTO/RADAR MADIUN)

Jawa Pos Radar Madiun - Kabar mengejutkan datang dari Badan Gizi Nasional (BGN). Nanik S Deyang secara resmi menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala BGN.

Keputusan pengunduran diri tersebut telah disampaikan dan mendapat persetujuan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto.

Melalui akun Facebook resminya pada Rabu (22/7), Nanik membagikan momen perpisahannya. Ia turut mengunggah sebuah foto kenang-kenangan saat berpamitan secara langsung kepada Presiden Prabowo.

Dalam unggahan tersebut, Nanik membeberkan alasan utama dirinya menanggalkan jabatan strategis itu. Ia mengaku harus segera bertolak ke luar negeri untuk fokus menjalani pengobatan penyakit jantung.

Kepergiannya berobat ke luar negeri ditegaskan bukan karena meragukan kualitas dokter medis di Indonesia.

Baca Juga: Siapkan Lulusan Berstandar Industri, SMKN 1 Kebonsari Dipercaya Jadi Penyelenggara Sertifikasi LSP

Langkah tersebut diambil murni untuk mencari second opinion atau pendapat medis kedua atas rekomendasi dari seorang rekannya.

Menariknya, Nanik juga memberikan sedikit bocoran terkait sosok kandidat yang akan meneruskan estafet kepemimpinannya di BGN. Ia menyebut calon penggantinya itu sebagai sosok "adik" yang sudah sangat ia kenal.

"Insyaallah pengganti saya adalah 'adik saya', di mana saya bisa menjewer kalau misalnya terjadi hal-hal yang menyimpang," seloroh Nanik dalam pernyataan tertulisnya.

Terkait teka-teki sosok misterius tersebut, sejumlah sumber internal dari lingkaran Istana dan anggota DPR RI mulai angkat bicara.

Satu nama yang saat ini santer dikabarkan bakal menggantikan posisi Nanik adalah Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono.

Baca Juga: Nanik S Deyang Mendadak Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya

Nama Sudaryono sejatinya sudah tidak asing dengan urusan gizi nasional.

Selama ini, ia diketahui telah beberapa kali terlibat aktif dalam mengawal dan menyukseskan program andalan pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).

Jejak keterlibatan Sudaryono terlihat jelas sejak awal Januari 2025 lalu. Kala itu, ia menjadi salah satu pihak yang mengupayakan visi Presiden Prabowo terkait pemenuhan menu susu dalam program MBG.

Demi merealisasikan target tersebut, Sudaryono bahkan mengawal rencana pengadaan 200 ribu ekor sapi perah.

Tidak sekadar fokus pada pemenuhan gizi anak-anak, Sudaryono juga memastikan program MBG membawa efek ekonomi ganda bagi masyarakat.

Baca Juga: Bobol Brankas Minimarket di Ngawi, Maling Asal Kalteng Disergap Polisi saat Beraksi

Ia sempat memaparkan bahwa program ini mampu menyerap hingga 50 pekerja per satu Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) serta memberdayakan para petani lokal.

Klaim tersebut kembali ia tegaskan pada Mei 2026 lalu.

Dalam forum Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah, Sudaryono menyebut bahwa bergulirnya program MBG memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap serapan hasil pertanian dalam negeri.

Sebelum program MBG berjalan secara masif, ia mencontohkan bahwa hasil panen komoditas seperti tomat, wortel, hingga susu segar kerap terbuang sia-sia akibat kelebihan pasokan di pasaran.

Kini, tingginya angka permintaan dari dapur-dapur MBG justru sukses menyelamatkan hasil panen petani sekaligus memicu gairah investasi baru, khususnya di sektor peternakan sapi perah. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
Makan Bergizi Gratis nanik s deyang Wamentan SUDARYONO Kepala BGN