Jawa Pos Radar Madiun - Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terus melampaui batas dalam negeri.
Setelah terhubung dengan sejumlah negara di Asia, Bank Indonesia (BI) kini menargetkan ekspansi layanan pembayaran digital lintas negara ke India, Arab Saudi, dan Hong Kong.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas penggunaan sistem pembayaran nasional sekaligus mempermudah transaksi masyarakat Indonesia saat berada di luar negeri maupun wisatawan asing di Indonesia.
Wakil Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta mengungkapkan bahwa pembahasan kerja sama dengan ketiga negara tersebut terus berjalan, bahkan sebagian telah memasuki tahap yang lebih mendalam.
BI Lanjutkan Pembahasan dengan India, Arab Saudi, dan Hong Kong
Filianingsih menjelaskan bahwa pembicaraan mengenai implementasi cross-border QRIS bersama India masih berlangsung.
Sementara itu, proses diskusi dengan Arab Saudi dan Hong Kong telah memasuki tahap teknis yang lebih rinci.
"We are continuing discussions with India on cross-border payments. We have also begun in-depth discussions with Saudi Arabia and Hong Kong.
Hopefully, these can be implemented soon," Filianingsih said at a press conference following Bank Indonesia's monthly policy meeting.
Menurutnya, penerapan QRIS lintas negara bergantung pada kesiapan masing-masing negara, mulai dari regulasi, infrastruktur sistem pembayaran, kesiapan industri, hingga koordinasi dengan otoritas setempat.
Baca Juga: Tragedi Bar di Bangkok Makin Memilukan, Polisi Ungkap Dugaan Kelalaian di Balik Kebakaran
Jaringan QRIS Sudah Terhubung dengan Enam Negara
Saat ini, layanan cross-border QRIS Indonesia telah dapat digunakan di beberapa negara, yaitu:
- Thailand
- Malaysia
- Singapura
- Jepang
- Korea Selatan
- China
Bank Indonesia menegaskan akan terus memperluas jaringan tersebut agar masyarakat Indonesia dapat menggunakan QRIS di lebih banyak negara pada masa mendatang.
Transaksi QRIS Lintas Negara Terus Meningkat
Sepanjang kuartal II 2026, transaksi QRIS lintas negara menunjukkan pertumbuhan yang positif.
Nilai transaksi net inbound tercatat mencapai Rp1,52 triliun, yang terdiri atas:
- Inbound transaction: Rp1,85 triliun
- Outbound transaction: Rp330 miliar
Filianingsih mengatakan tren tersebut mencerminkan semakin tingginya penggunaan QRIS, baik dari sisi volume transaksi, nilai transaksi, maupun jumlah negara yang telah terhubung.
"The development of cross-border QRIS continues to show a positive trend in transaction volume, transaction value and the number of connected countries," Filianingsih said.
Baca Juga: Gandeng BTPN Syariah, SMKN 1 Geger Luncurkan Program Kelas Industri
Wisatawan Asing Makin Banyak Gunakan QRIS di Indonesia
Bank Indonesia menilai besarnya nilai transaksi net inbound menunjukkan semakin banyak wisatawan mancanegara memanfaatkan QRIS saat berbelanja di Indonesia.
Peningkatan penggunaan sistem pembayaran digital tersebut dinilai memberikan dampak positif terhadap berbagai sektor ekonomi, terutama:
- Pariwisata
- Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)
- Perdagangan dan jasa
Dengan semakin luasnya penggunaan QRIS, transaksi menjadi lebih praktis tanpa harus menggunakan uang tunai atau menukar mata uang secara langsung.
Ekosistem Pembayaran Digital Indonesia Tumbuh Pesat
Selain ekspansi QRIS lintas negara, Bank Indonesia juga mencatat pertumbuhan signifikan pada sistem pembayaran digital nasional selama kuartal II 2026.
Beberapa capaian yang dirilis BI antara lain:
Transaksi Pembayaran Digital
Mencapai 16,07 miliar transaksi
Tumbuh 36,88 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya
Transaksi QRIS
Naik 100,12 persen secara tahunan (year-on-year)
Pertumbuhan didorong oleh bertambahnya jumlah pengguna dan merchant
BI-FAST
Volume transaksi mencapai 1,529 miliar
Tumbuh 38,09 persen dibanding tahun sebelumnya
Nilai transaksi mencapai Rp3,78 kuadriliun
BI-RTGS
Jumlah transaksi mencapai 2,63 juta
Meningkat 13,03 persen secara tahunan
Nilai transaksi mencapai Rp53,49 kuadriliun selama periode April–Juni 2026
Ekspansi QRIS Perkuat Posisi Pembayaran Digital Indonesia
Baca Juga: 6.582 Gempa Terjadi dalam Lima Tahun, BMKG Sebut Pacitan Sangat Rawan Tsunami
Perluasan jaringan cross-border QRIS menjadi salah satu strategi Bank Indonesia untuk memperkuat ekosistem pembayaran digital nasional sekaligus meningkatkan konektivitas dengan negara lain.
Apabila kerja sama dengan India, Arab Saudi, dan Hong Kong berhasil direalisasikan, masyarakat Indonesia akan memiliki lebih banyak pilihan pembayaran saat bepergian ke luar negeri.
Di sisi lain, wisatawan dari negara-negara tersebut juga dapat menikmati kemudahan transaksi selama berada di Indonesia.
Seiring pertumbuhan pengguna, merchant, serta nilai transaksi yang terus meningkat, QRIS semakin memperkuat perannya sebagai salah satu sistem pembayaran digital utama yang mendukung aktivitas ekonomi nasional maupun internasional. (*)
*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar MadiunSumber : Jakarta Globe